Siaga Demo Anti Bush, Simbol AS di Jateng Dijaga Lebih Ketat
Jumat, 17 Nov 2006 21:39 WIB
Semarang -
Seakan tak mau kecolongan, Polda Jawa Tengah menjaga lebih ketat simbol-simbol AS agar demonstrasi anti Bush tak berdampak buruk."Kita sudah petakan sasaran-sasaran demo anti Bush. Kita jaga lebih ketat," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Dody Sumantyawan HS di Mapolda, Jalan Pahlawan Semarang, Jum'at (17/11/2006). Dody mencontohkan, jika biasanya patroli di lokasi rawan demo berdurasi satu jam, maka sejak ada demo anti Bush, tiap setengah jam personil Polda Jateng, berpatroli. Lokasi rawan demo yang dimaksud adalah toko makanan seperti KFC, McDonald, dan lain-lain.Hingga kini, tak ada tanda-tanda kemungkinan kelompok mahasiswa, LSM, atau ormas di Jateng yang menjadikan simbol AS sebagai lokasi aksi. Para demonstran lebih suka berunjuk rasa dengan berorasi dan membagikan selebaran di pusat Kota Semarang."Ini situasi biasa. Saya yakin masyaratak Jateng ikut menjaga lingkungannya dan tak akan mendemo lokasi-lokasi yang tidak kita inginkan," imbuhnya.Dody mengaku tak menyiapkan pasukan khusus untuk mengamankan demo anti Bush. Pasalnya, demo yang dilakukan berbagai kelompok di Semarang dan Jateng, tak ada bedanya dengan demo-demo lain.Ketika ditanya apakah Polda Jateng mengirimkan personilnya untuk menjaga kedatangan Bush di Bogor 20 Nopember mendatang, Dody menjawab tidak. "Kita sih siap-siap saja. Tapi sampai sekarang, tak ada personil kita yang dikirim ke sana (Bogor)," katanya.Sementara, hari ini, 100-an aktivis Hizbut Tahrir Indonesia berunjuk rasa menentang kehadiran Bush di Indonesia. Mereka mengambil start di depan Masjid Baiturahman, Kawasan Simpang Lima, menuju Bundaran Air Mancur dan DPRD Jateng, Jalan Pahlawan. Demo berlangsung tertib dengan kawalan puluhan aparat kepolisian.
(try/bal)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































