Siswa SD Papandayan I Tidak Tahu Akan Bertemu Bush
Jumat, 17 Nov 2006 16:00 WIB
Bogor - Meski telah dikarantina dan mengikuti pelatihan khusus, sebagian besar dari 26 siswa SD Papandayan I Bogor tidak mengetahui jika mereka akan bertemu dengan Presiden AS George W Bush di Istana Bogor, Jawa Barat.Seorang siswa kelas VI bernama Renaldi (11) ketika ditanya soal rencana bertemu Bush hanya menggelengkan kepala sambil mengernyitkan keningnya."Saya nggak tahu Kak," ujar siswa yang mendapat nilai 8 untuk pelajaran matematika di rapor, di tempat karantina siswa di Gedung Diploma 3 IPB, Jl Kumbang 14, Bogor.Saat ditanya mengenai latihan eksperimen sederhana tentang elektromagnetik yang telah diikutinya, dia hanya menjawab hal itu untuk dipamerkan di Istana Bogor tanpa tahu akan dipamerkan kepada siapa.Hal yang sama juga dilontarkan Nabila (11). Gadis cilik berjilbab ini juga tidak tahu jika akan bertemu dengan Bush. Seperti Renaldi, Nabila hanya menggelengkan kepala saat ditanya maksud latihan eksperimentasi elektromagnetik yang diikutinya."Ini buat praktek di Istana Bogor," ujar siswi manis ini.Rumasti (48) Wali kelas VI, dengan diplomatis menyatakan latihan ini bukan bertujuan untuk dipamerkan kepada Bush, namun untuk meningkatkan mutu siswa melalui simulasi di Istana."Tujuan kita bukan untuk ketemu Bush, tapi untuk meningkatkan mutu siswa," kilahnya.Dalam pelatihan yang diberikan kepada mereka, tampak para siswa asyik belajar hal-hal yang berkaitan dengan magnet dan elektromagnet. Ada juga siswa yang membuat kompas sederhana. Sebagian mereka menguji kekuatan magnet buatannya.Rumasti juga berani memberikan kepastian kalau di Istana Bogor nanti pihaknya akan bertemu dan berdialog dengan Bush.Program Director Managing Basic Education (MBE) USAID yang menolak disebut namanya menjelaskan bahwa pelatihan yang diberikan kepada siswa SD Papandayan I ini pada awalnya bukan ditujukan untuk menyambut kedatangan Bush.Dikatakannya, program pemberian bantuan pendidikan ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2005. Sejak 2005, USAID melakukan seleksi terhadap 8 provinsi. Hasil di 8 provinsi itu terpilihlah SD Papandayan I untuk mendapatkan donor dari USAID."Berhubung Bush mau datang ke Bogor, maka program tersebut dipercepat. Ini semata-mata bukan untuk menyambut kedatangan Bush," elaknya.Dia juga mengatakan, program pemberian donor pendidikan ini adalah inisiatif Bush sejak lama. Dana yang disediakan oleh Bush sekitar US$ 150 juta yang dibagikan melalui berbagai lembaga donor. USAID adalah salah satu lembaga yang menerima dana tersebut. Namun dia menolak menyebutkan berapa dana yang disalurkan melalui USAID.
(fjr/asy)











































