Sebelum Bertemu Bush, 26 Murid SD 'Dikarantina'
Jumat, 17 Nov 2006 15:07 WIB
Bogor - Rencananya 26 murid SD Papandayan I Bogor akan bertemu Presiden George W Bush di Istana Bogor tanggal 20 November mendatang. Untuk pertemuan itu, para murid itu pun 'dikarantina'. Mereka dikarantina di gedung Diploma III kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Jalan Kumbang No 14, Bogor. Mereka 'dikarantina' untuk mendapat bimbingan belajar (bimbel) sebelum berunjuk gigi di depan Bush. Mereka dibekali berbagai pelajaran, khususnya tentang science. Para pengajarnya berasal dari kampus tersebut yang bekerjasama dengan United States Agency for International Development (USAID)."Ke-26 siswa itu terdiri dari 16 siswa Kelas VI dan 10 siswa Kelas I," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah SD Papandayan I Taufan Hermawan kepada waratwan di ruang kerjanya di Jalan Papandayan No 25, Bogor Tengah, Kotamadya Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/11/2006).Ketika ditanya kenapa murid-murid SD Papandayan I yang terpilih untuk bertemu dengan Presiden Bush, Taufan menjawab, hal tersebut berdasarkan seleksi yang dilakukan Badan Pembangunan Internasional AS tersebut. "Soal kriteria itu, USAID yang memiliki," jawab Taufan.Taufik mengaku, informasi mengenai sekolahnya terpilih untuk bertemu dengan Presiden Bush sudah diterimaaanya sejak dua bulan lalu. "Tapi baru secara resmi tanggal 7 November kemarin dari USAID melalui Dinas Pendidikan Kota Bogor," akunya.Taufan juga menjelaskan, sebelum pertemuan dengan Bush itu ke-26 siswa dan pendampingnya, yaitu wali Kelas VI Rumasti dan wali Kelas II Tety, akan dijemput pihak USAID menuju Istana Bogor pada pukul 14.00 WIB. Namun, dirinya mengaku tidak tahu jam berapa siswanya bisa bertemu dengan oarang nomor satu di AS tersebut. SD Papandayan I ini sudah cukup tua. Sekolah itu didirikan pada tahun 1927 dan saat ini memiliki 564 siswa. Untuk ukuran Bogor, sekolah ini juga tergolong sekolah yang kurang diperhitungkan atau populer. Gedung sekolah ini juga tergolong tidak mewah, memiliki 14 ruang kelas, satu perpustakaan, musala dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang mendapat bantuan dari USAID. Pada tahun 2004 lalu, salah satu siswanya bernama Prima terpilih menjadi murid teladan se-Jawa Barat. Bahkan satu orang siswa lainnya lagi bernama Maulana Ari menjadi finalis Akademi Fantasi Indonesia (AFI) Junior 2003 lalu.
(zal/asy)











































