Studi Banding DPR ke LN Hanya untuk Naikkan Status Sosial

Studi Banding DPR ke LN Hanya untuk Naikkan Status Sosial

- detikNews
Jumat, 17 Nov 2006 10:50 WIB
Jakarta - Studi banding wakil rakyat ke luar negeri dinilai tidak efektif. Banyak di antaranya studi banding hanya untuk memenuhi keinginan anggota Dewan yang belum pernah 'jalan-jalan' ke luar negeri."Itu hanya jalan-jalan saja, kebanyakan shopping, terutama bagi anggota Dewan yang belum pernah ke luar negeri, untuk menaikkan status sosial," kata pengamat politik Indria Samego pada detikcom, Jumat (17/11/2006).Seperti diberitakan, semakin banyak saja anggota DPR yang studi banding ke luar negeri. Selain kepergok 'jalan-jalan' ke tempat mewah di Jerman, terakhir ada rombongan Komisi X yang studi banding pariwisata ke Hawaii.Kalau hanya melakukan studi banding, menurut Indria, tidak perlu harus keluar negeri. "Lewat duta besar yang ada di sini atau via internet kan juga bisa," jelas peneliti LIPI ini.Meski tidak efektif dan panen kritik, namun 'jalan-jalan' itu tidak bisa dibatalkan begitu saja karena anggaran untuk itu sudah disetujui pada tahun lalu dan sudah turun. Pemerintah juga tidak bisa membatalkan begitu saja karena anggaran eksekutif juga melibatkan persetujuan Dewan. Ada saling ketergantungan di antara pemerintah dan Dewan."Jadi ini merupakan mekanisme check and balance yang keliru," kritik Indria.Masyarakat dalam hal ini susah untuk mengontrol dan hanya bisa beropini melalui media. "Banyaknya kritik masyarakat buat anggota Dewan itu dianggap anjing menggonggong kafilah tetap berlalu," pendapat Indria. Masalah 'jalan-jalan' ini hanya bisa diselesaikan oleh kesadaran para anggota Dewan sendiri, mengingat implementasi dari kegiatan tersebut sangat minim."Tapi juga tidak bisa digeneralisasi mengingat ada anggota Dewan yang betul-betul menjalankan tugasnya, seperti menjalin hubungan dengan Badan Antar Parlemen di Dunia," katanya. (nwk/nrl)


Berita Terkait