Jika Demo Anarkis, Tesis Bush RI Negeri Teroris Terbukti
Jumat, 17 Nov 2006 09:30 WIB
Jakarta - Demo tak henti-hentinya dilakukan berbagai elemen masyarakat yang menolak kedatangan Presiden AS George W Bush. Aksi penolakan digelar mulai dengan cara yang rasional hingga yang tidak rasional seperti santet. Namun hal ini dianggap sebagai sesuatu yang normal."Banyaknya demo Bush itu wajar dan masuk akal. Tapi harus dengan cara yang tertib," kata sosiolog yang juga pengamat politik Imam B Prasodjo, kepada detikcom, Jumat (17/11/2006).Menurut Imam, hal utama yang perlu dijaga para pendemo adalah jangan terjebak dalam aksi anarki, karena jika sampai terjadi malah dikhawatirkan akan membuktikan tesis Bush bahwa di Indonesia terdapat gerakan radikal."Kalau terjadi kekacauan nanti malah mendukung pandangan Bush kalau di negara kita ada gerakan teroris," imbuh Imam.Imam menuturkan, dengan adanya momentum kedatangan Bush, justru adalah waktu yang tepat untuk menyatakan ketidaksetujuan atas berbagai tindakan yang dilakukan Presiden AS itu."Biar tersiar kepada dunia. Dan demo ini menujukkan sebagian besar rakyat Indonesia tidak setuju dengan kebijakan Bush di Timur Tengah," cetus Imam.Saat ini, menurut Imam, merupakan saat yang tepat untuk menyampaikan kepada dunia ketidaksetujuan atas berbagai kebijakan yang dibuat oleh presiden Amerika tersebut.Sebenarnya, di Amerika sendiri, rakyat di sana sudah tidak suka lagi pada pemerintahan Bush. "Buktinya Demokrat yang menang di Senat kemarin," tandas Imam.
(ndr/nrl)











































