Menag Minta Kedatangan Bush ke RI Dihormati

Menag Minta Kedatangan Bush ke RI Dihormati

- detikNews
Kamis, 16 Nov 2006 20:47 WIB
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni menjelaskan soal kedatangan Presiden AS George W Bush ke Indonesia 20 November 2006 nanti. Dia meminta semua pihak untuk menghargai tamu, termasuk Bush, sesuai yang telah dicontohkan Rasulullah. Penjelasan Menag ini disampaikan ketika memberi sambutan pada acara Halal Bihalal dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Ormas Islam di Jakarta. Demikian siaran pers Departemen Agama (Depag) yang diterima detikcom, Kamis (16/11/2006). "Bagaimana pun Bush tamu kita, kunjungannya adalah kunjungan balasan Presiden SBY ke Amerika," kata Maftuh. Hadir pada acara tersebut, Ketua Umum MUI Dr KH MA Sahal Mahfudz dan para duta besar negara sahabat. Sebagai seorang muslim, kata Menag, dirinya memang menyayangkan perbuatan Bush selama ini. Namun demikian, seorang muslim harus menghargai terhadap kedatangan tamu ke rumahnya. "Ini sesuai dengan hadits Nabi Saw. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tamunya," jelas Menag. Ia merasa yakin, Presiden SBY punya trik dalam menghadapi Bush, sehingga bisa memberi masukan kepada Bush. "Barangkali dia akan katakan atas saran SBY, Presiden negara muslim terbesar dunia maka perlu melakukan ini-itu," ucap dia.Terkait dengan aksi demo berbagai elemen masyarakat di tanah air atas kunjungan Bush, Menag mengingatkan agar unjuk rasa dilakukan dengan aksi damai. "Demo silakan di tempat yang disediakan," ujar dia. Pada bagian lain Menag mengatakan, Pemerintah bersedia menyatukan ormas-ormas Islam yang terpecah belah. "Kita sudah punya pengalaman menyatukan organisasi haji," jelas dia menanggapi pernyataan Sahal Mahfudz yang merasa bingung bila mengundang ormas-ormas yang punya pengurus lebih dari satu."MUI mencatat beberapa organisasi yang pengurusnya lebih dari satu," kata Sahal seraya menambahkan bahwa MUI merupakan organisasi yang didesain sebagai sebuah payung bagi ormas-ormas Islam. "Organisasi payung diharapkan dapat menampung perbedaan atau taswiyatul manhaj (penyamaan pola pikir) ormas-ormas Islam," kata Sahal. Menag berharap agar kerja sama Depag dengan MUI ke depan semakin ditingkatkan. "Saling keterbukaan diperlukan untuk menjaling hubungan yang semakin baik," kata Menag. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads