SBY ke Rusia Belanja Senjata
Kamis, 16 Nov 2006 19:30 WIB
Jakarta - Menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Rusia akhir bulan ini, rencana pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) dituntaskan. Proses realisasinya akan berlangsung antara 2007 sampai 2011. "Pada umumnya adalah alat pemukul seperti pesawat tempur, kapal selam, dan helikopter serbu untuk kebutuhan tiga angkatan bersenjata. Nilainya US$ 1 miliar," kata Menhan Juwono Sudarsono, Kamis (16/11/2006). Pernyataan Juwono itu merupakan hasil rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta. Rapat yang dipimpin Presiden SBY juga dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Widodo AS, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Menkeu Sri Mulyani, Kapolri Jenderal Pol Sutanto dan tiga kepala staf TNI. Ada berbagai jenis peralatan pertahanan yang akan dibeli RI dari Rusia. Rinciannya adalah lima unit helikopter angkut, empat unit helikopter serbu Mi17, dua unit kapal selam dan enam unit pesawat tempur Sukhoi. "Semuanya kondisinya baru. Tim gabungan dari Dephan, Deplu dan Bappenas sudah menjajaki kelayakan teknis alat-alat itu ke Rusia pada Maret lalu," tambah Menhan. Menhan menjelaskan secara teknis tujuan pengadaan alutsista dari Rusia ini adalah menpertahankan keseimbangan alutsista dari berbagai negara. Secara pertimbangan politis jangka panjang, langkah tersebut demi menjaga ruang gerak agar RI tidak tergantung pasokan dari AS. Pengadaan alutsista dari Rusia ini, merupakan tindak lanjut kesepakatan kerja sama militer RI-Rusia yang telah digagas April 2003. "Ada kemungkinan di kemudian hari akan ada embargo lagi dari AS. Jadi kita buat alternatif yang fleksibel. AS tidak keberatan kita beli dari mana saja terserah," ujar dia.
(lh/asy)











































