Ribuan Orang Demo Tolak Bush di Sumbar

Ribuan Orang Demo Tolak Bush di Sumbar

- detikNews
Kamis, 16 Nov 2006 19:19 WIB
Padang - Sedikitnya seribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar aksi demonstrasi menolak rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) George Walker Bush ke Indonesia. Aksi dimulai dari kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumbar di Jalan Raden Saleh Padang menuju kantor Balai Kota Balai Padang di Jalan M. Yamin, Kamis (16/11/2006).Dalam orasi yang digelar secara bergantian, mereka meminta Presiden SBY menolak kedatangan Bush, karena dinilai sebagai penjahat kemanusiaan. Menurut mereka, kehadiran Bush di Indonesia sama sekali tidak akan menguntungkan Indonesia karena disinyalir menyimpan agenda politik tertentu."Kita minta pemerintah untuk menolak intervensi Amerika. Bush, selama pemerintahannya telah menunjukkan ketidakadilan dan penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan agama Islam," ujar Ketua DPW PKS Sumbar Trinda Farhan dalam orasinya.Selain berorasi, massa yang melakukan aksi long march sekitar lima kilometer itu juga membagikan selebaran yang isinya menolak kedatangan Bush serta berbagai kesalahan Bush terhadap umat Islam di dunia.Sebelumnya, aksi yang sama juga digelar seratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Padang. Selain berorasi di halaman kantor Gubernur Sumbar, mereka juga melakukan pembakaran bendera AS dan patung Bush. Rencananya, esok Jumat (17/11/2006), aksi demonstrasi menolak kehadiran Bush juga akan kembali digelar di halaman DPRD Sumbar sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi itu akan melibatkan sekitar 40 ormas Islam di Sumbar, antara lain MUI Sumbar, KNPI Sumbar, KAMMI Sumbar, Komite Penegakan Syariat Islam Sumbar (KPSI), ForumLibas, Hizbut Tahir, Muhammadiyah, Mahasiswa, dan lain-lain."Aksi demonstrasi itu merupakan sikap masyarakat Sumbar yang menolak kehadiran Bush di Indonesia. Kita jangan mau didikte oleh orang yang telah menunjukkan dan menyebabkan penderitaan manusia di mana-mana," kata Koordinator Penggalangan Massa Khairul Amri. (yon/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads