Amankan Bush, TNI Tak Ambil Risiko Sekecil pun
Kamis, 16 Nov 2006 16:54 WIB
Jakarta - Mabes TNI tidak akan mengambil risiko sekecil apa pun dalam proses pelaksanaan pengamanan VVIP kunjungan Presiden AS George W Bush. Untuk itu, TNI akan menjaga tamu negara tersebut semaksimal mungkin."TNI tidak akan mengambil risiko sekecil apa pun, supaya tamu negara bisa menyelesaikan kunjungan dengan sukses aman dan selamat hingga beliau kembali," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Muhammad Sunarto dalam jumpa pers di Media Center TNI di Jl Teuku Umar No 2, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2006) sebagaimana dilaporkan reporter detikcom, M Rizal Maslan.Menurut Sunarto, dalam melaksanakan operasi militer (pengamanan VVIP) selalu didasari perkiraan intelijen, termasuk perkiraan ancaman dan gangguan yang akan dihadapi. Semua aksi demonstrasi dan ancaman terorisme juga termasuk yang dianalisis."Kita tidak akan ambil risiko sekecil apa pun dalam operasi ini. Setiap ancaman sudah dianalisis, tapi kita tidak bisa perinci satu per satu, yang jelas hal paling buruk sudah kita pertimbangkan," tegas Sunarto.Lebih lanjut Sunarto menerangkan, tugas pokok pengamanan VVIP memang dibebankan pada TNI sesuai Pasal 2 Ayat 2 UU No 34/2004. TNI ini sediri sudah berupaya melakukan persiapan pengamanan secara fisik. "Kita tinggal menunggu kedatangan beliau pada tanggal 20 November," jelasnya.Sementara ketika disinggung apakah benar pengamanan Presiden Bush melibatkan 18.000 personel, Sunarto enggan menyebutkan jumlah pasukan yang terlibat, karena dinilai sangat sensitif dan sudah menjadi kebijakan Mabes TNI untuk tidak menyebutkan jumlahnya secara rinci."Saya mohon maaf tidak bisa menyampaikan mengenai jumlah dan metode pengelaran pasukan, karena ini ada unsur kerahasiaan. Tapi masyarakat harus yakin bahwa tanggung jawab kita sebagai tuan rumah untuk menjaga tamu semaksimal mungkin," jawab Sunarto.Dijelaskan Sunarto, pengerahan pasukan untuk pengamanan tersebut sudah disesuaikan dengan prosedur tetap dalam pengamanan VVIP. Dalam pengaman fisik jarak dekat atau Ring 1 dilakukan Paspampres, sedangkan Ring 2 atau pengamanan tidak langsung jarak jauh akan dilakukan oleh pasukan lainnya termasuk Polri."Dalam pengamanan itu kita dibantu Polri, tapi tidak sebanyak itu. Pengamanan TNI dan Polri dengan jumlah yang cukup saja, jadi tidak sebanyak itu, tapi saya tidak bisa sebutkan jumlahnya," tandas Sunarto.Sunarto juga membantah anggapan sebagian kalangan adanya perlakuan khusus terhadap kedatangan Presiden Bush dengan kepala negara lainnya yang datang ke Indonesia. "Ini tidak ada yang istimewa, semua kepala negara punya perlakuan yang sama," tepisnya.Begitu juga soal adanya dana bantuan dari pihak AS untuk pengamanan Presiden Bush, Sunarto membantahnya. Menurutnya, dana persiapan dan pengerahan pasukan diambil dari dana rutin dari Mabes TNI."Untuk kegiatan selama persiapan didukung oleh dana rutin, tidak ada bantuan dari AS. Untuk besar atau kecilnya, tidak etis disampaikan itung-itungan biayanya," kilah Sunarto lagi.Dalam kesempatan itu, Sunarto juga mengatakan, aman atau tidaknya pengamanan ini akan menunjukkan reputasi sebuah bangsa di mata dunia internasional. "Kesuksesan menjaga beliau, juga kesuksesan reputasi bangsa Indonesia," tandasnya.
(zal/nrl)











































