Heboh Tsunami Bikin Panik Filipina
Kamis, 16 Nov 2006 16:25 WIB
Manila - Masyarakat Filipina dilanda ketakutan akan terjadinya tsunami yang mematikan itu. Heboh tsunami ini terjadi setelah gempa bawah laut berkekuatan 8,1 skala Richter mengguncang wilayah dekat Jepang. Tak ada korban dalam gempa itu.Ribuan warga Filipina berlarian menyelamatkan diri. Mereka pergi ke tempat-tempat yang lebih tinggi. Peringatan tsunami diterima oleh warga di Kota Abulug, Provinsi Cagayan melalui SMS.Isi pesan singkat itu, warga diserukan untuk meninggalkan rumah mereka dikarenakan bakal terjadi gelombang tsunami."Mereka semua berlarian ke bukit-bukit. Kami dengar bahwa gelombang air setinggi 40 kaki akan menghantam kami," kata seorang warga Abulug kepada radio Manila, DZRH seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/11/2006).Tak lama setelah gempa mengguncang sekitar Jepang, Rabu larut malam 15 November kemarin, badan Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengeluarkan peringatan tsunami untuk daerah pantai timur dan utara Filipina.Namun peringatan itu sebenarnya cuma menyerukan masyarakat untuk terus mengawasi perubahan kondisi air laut. Jadi tidak ada perintah untuk mengungsi. Namun meski begitu, peringatan itu sudah cukup untuk membuat penduduk panik dan berlarian menyelamatkan diri."Tidak ada perintah untuk evakuasi," kata Direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, Renato Solidum. "Kita perlu meningkatkan pelatihan masyarakat kita. Karena itulah kita perlu mengadakan latihan tsunami di masyarakat setempat," imbuhnya.Selain Kota Abulug, sebagian warga di Manila juga sempat meninggalkan rumah mereka setelah mendengar berita mengenai peringatan tsunami di radio dan televisi.
(ita/sss)











































