Bush Dikawal 2 Pesawat Tempur
Kamis, 16 Nov 2006 15:04 WIB
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Joko Suyanto membenarkan ada dua unit pesawat tempur AS yang akan mengamankan kunjungan Presiden Presiden George Bush. Tapi penempatannya tidak di wilayah RI. "Disiagakan itu bukan berarti siapnya di sini," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya sebelum rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/11/2006). Terkait perbedaan prosedur tetap pengawalan VVIP, ditegaskannya pihak TNI dan keamanan AS berkompromi untuk menjamin keamanan Presiden George W. Bush selama berada di wilayah RI. "Dikompromikan. Bukan ditolak," sahutnya. Perbedaan protap disebabkan adanya perbedaan peralatan yang digunakan Paspampres RI dan AS, termasuk jumlah personelnya. Sehingga ada detail pengamanan yang dimintakan AS untuk memenuhi protapnya. Tapi tidak semua permintaan dipenuhi TNI selaku penanggung jawab keamanan lokal. Ada beberapa di antaranya tidak bisa dilakukan karena kondisi obyektif di lapangan dan karenanya harus dikompromikan. "Contohnya, mereka inginkan heli itu di suatu tempat, tapi nggak mungkin. Jumlah personel yang harus hadir di dalam (ruang pertemuan dengan Presiden SBY), itu kan lihat ruangannya," sambung Panglima. Menurutnya kompromi atas perbedaan protap merupakan sesuatu yang wajar dan tidak hanya terjadi di Indonesia. Sebaliknya pun, bila Presiden SBY berkunjung ke AS dengan sendirinya akan ada kompromi serupa. Sehubungan puncak gelombang unjuk rasa menentang kedatangan Bush pada Senin depan, Panglima TNI tidak mempermasalahkannya. Sebab di dalam negeri pun Presiden Bush kerap didemo warganya. Dirinya hanya berharap massa tetap mempertahankan suasana kondusif dengan menjauhi aksi anarkis saat menyampaikan aspirasinya kelak. Ia yakin pihak Bush sendiri sebenarnya sudah menangkap aspirasi tersebut. "Selama aspirasi bisa disampaikn secara baik dan kunjungan (Bush) berjalan mulus, kita bisa tunjukkan ke dunia internasional bahwa kita juga bisa laksanakan demokrasi itu secara baik," imbuhnya.
(lh/nrl)











































