UKP3R Maju Terus Pantang Mundur

detikcom Polling

UKP3R Maju Terus Pantang Mundur

- detikNews
Kamis, 16 Nov 2006 14:24 WIB
Jakarta - 'Cekcok' antara Presiden SBY dengan Wapres JK mewarnai pembentukan UKP3R. SBY dituding main solo. JK dianggap 'ketakutan' partai yang dipimpinnya jadi target. Meski demikian hasil detikcom Polling menunjukkan UKP3R harus maju terus pantang mundur.Polling dibuka pada 9 November 2006 pukul 10:57:20 WIB. Pertanyaan yang muncul adalah: Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) sebaiknya diapakan?. Ada dua jawaban yang bisa dipilih, yakni "dibubarkan" dan "diteruskan".Hasil polling hingga Kamis (16/11/2006) pukul 14.00 WIB, 391 suara telah masuk. Dari total responden, 311 suara (79,54%) memilih UKP3R diteruskan. Hanya 80 responden (20,46%) berpendapat dibubarkan. Selisihnya jauh, yakni 59,08 persen.SBY membentuk UKP3R pada 29 September 2006. Marsillam Simandjuntak ditunjuk sebagai ketuanya. Citra Marsillam dikenal sebagai orang bersih yang anti-Partai Golkar dan anti-Orde Baru.Partai Golkar langsung meradang dan membombardir UKP3R. Opini UKP3R telah dibekukan SBY dihembuskan. Padahal tidak. Sejumlah pihak juga menganggap UKP3R bak kabinet dalam kabinet. Golkar bahkan menggertak akan mencabut dukungan terhadap SBY.Menanggapi polemik tersebut, SBY gamang. Sejumlah pihak termasuk LSM pun geregetan. SBY diminta tidak ragu-ragu karena pembentukan UKP3R diperlukan untuk mengatasi kemacetan reformasi.Butuh lebih dari 1 bulan bagi SBY untuk bertindak. Pada 9 November SBY akhirnya memberikan penjelasan dan menegaskan UKP3R jalan terus. Sikap Golkar melunak meski membantah ada konsesi politik.Sedangkan JK terkesan masih ngambek. SBY kemudian mendatangi acara halal bihalal Golkar pada 12 November. SBY-JK pun rujuk. JK menyatakan Golkar tetap mendukung pemerintah. SBY berterima kasih. Rapimnas Golkar pun tidak membahas UKP3R.Hasil detikcom Polling menunjukkan UKP3R harus maju terus pantang mundur karena 79,54 persen menyatakan diteruskan. Meski ada 20,46 persen yang menyatakan dibekukan, namun selisihnya jauh yakni 59,08 persen.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikcom polling. (sss/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads