Waspadai Penurunan Testosteron!
Kamis, 16 Nov 2006 14:38 WIB
Jakarta - Anda pria yang kehilangan gairah seksual, disfungsi ereksi, sulit konsentrasi, cepat lelah dan depresi? Hati-hati! Siapa tahu Anda mengalami penurunan testosteron.Kondisi ini secara medis disebut testosterone deficiency syndrome (TDS) atau sindrom kekurangan testosteron. TDS umumnya menyerang pria di atas usia 40 tahun. Jika tidak diobati, TDS dapat meningkatkan obesitas, insulin dan kolesterol yang mengarah pada diabetes dan penyakit jantung.Menurut pakar andrologi dan seksologi Universitas Udayana dr Wimpie Pangkahila, testosteron secara alami menurun setelah 30 tahun. Namun kadar testosteron pada darah masih dianggap normal dalam kisaran 12-40 nano mol per liter."TDS terjadi jika kadar testosteron pada darah turun di bawah 12 nano mol per liter," ujar Wimpie dalam diskusi di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (16/11/2006).Menurut Wimpie, kelainan testosteron dapat terjadi juga pada usia muda seperti mikropenis (penis kecil), dan tidak berkembangnya ciri-ciri seksual pada saat pubertas, seperti tidak adanya pecah suara, jerawat, kumis dan jambang. Tetapi kelainan ini belum disebut TDS."TDS sebelum 40 tahun dapat juga terjadi pada orang dengan masalah fungsi hormon, seperti gangguan hati," katanya.Orang-orang dengan gejala TDS dapat memeriksa kadar testosteron mereka pada pukul 08.00-12.00 pagi. Saat itu kadar testosteron tengah memuncak. TDS dapat diobati dengan terapi hormon berkala dengan tablet, kapsul, dan metode terbaru injeksi 4 kali setahun."Minum herbal dan suplemen apapun belum terbukti secara klinis menambah testosteron," ujarnya.TDS dapat juga terjadi pada wanita dalam usia yang sama dengan gejala serupa. "Tetapi terapi menopause modern sudah menggabungkan terapi esterogen dan testosteron," ujarnya.
(umi/sss)











































