Seribu 'Pendekar' Siap Mati Amankan Bogor dari Perusuh
Kamis, 16 Nov 2006 13:35 WIB
Bogor - Jiwa raga akan dipertaruhkan demi mengamankan Bogor, Jawa Barat dari perusuh saat kedatangan Presiden AS George W Bush. Janji ini diumbar Barisan Pagar Bangsa (BPB) saat konvoi keliling kota hujan. Sekitar 1.000 orang dari BPB dengan pakaian serba hitam konvoi mengendarai mobil dan motor keliling Bogor pada Kamis (16/11/2006).Beberapa orang berpenampilan bak pendekar dengan mengenakan pakaian silat dengan wajah dicoreng-coreng cat warna hitam dan hijau. Yel-yel "Hidup BPB, amankan kota Bogor" terus diteriakkan.Akibat konvoi ini, sejumlah jalan menjadi macet, antara lain Jalan Padjadjaran, Jalan Sudirman, dan Jalan Juanda.Pada pukul 12.00 WIB, massa berhenti di kantor Walikota Bogor, Jalan Juanda. Aksi diisi orasi-orasi, termasuk dari Walikota Bogor Diani Budiarto dan Ketua DPRD Bogor Tatang Muchtar."BPB tidak menolak atau mendukung kedatangan Bush. Kita akan mengamankan Bogor pada 20 November dari perusuh atau orang-orang yang mau mengacaukan Kota Bogor," kata Sekjen DPD Endro Nugroho.Apakah semua siap mati? tantang Endro kepada para pengikutnya."Siaaaaap!!!" sahut massa kompak diiringi pekik takbir Allahu Akbar... Allahu Akbar...!Walikota Bogor Diani Budiarto juga turut bersuara. Sang walikota meminta masyarakat ikut mengamankan Kota Bogor."Dengan kedatangan Bush, Kota Bogor akan dikenal di dunia. Karena itu masyarakat diimbau ikut menjaga keamanan dan situasi Kota Bogor," kata Diani yang berorasi di atas truk milik PLN.Diani juga menepis tudingan BPB dibekingi pemerintah. "BPB ini tidak dibekingi pemerintah. Bahkan kalau mau membantu pada tanggal 20 November, pemerintah ikut senang," cetusnya.Massa membubarkan diri pada pukul 12.30 WIB. Sejumlah personel dari Polres dan Polwil Bogor turut mengamankan aksi.
(aan/sss)











































