Umat Islam Diminta Hati-hati Hadapi Demo Tandingan Pro Bush
Kamis, 16 Nov 2006 13:07 WIB
Jakarta - Di tengah maraknya demo anti Bush, masyarakat dikejutkan dengan demo tandingan pro Bush. Melihat fenomena ini, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mewanti-wanti agar umat Islam hati-hati. Dia menduga intelijen terlibat."Saya minta dengan adanya demo tandingan pro Bush, seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, supaya ekstra hati-hati," kata Hasyim di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (16/11/2006).Hasyim mengingatkan jangan sampai ketika ada orang asing datang, bangsa Indonesia berkelahi sendiri. Dia menduga intelijen terlibat dalam aksi-aksi seperti itu."Keadaan seperti ini banyak terjadi di negara-negara lain di dunia, karena permainan intelijen. Karena saya bukan intelijen, saya cuma duga-duga saja. Kebiasaan gerakan bawah tanah yang akan membenturkan sesama bangsa itu terjadi di mana-mana," bebernya.Dia lalu mencontohkan beberapa kasus di luar negeri. Pertama, kejadian di Irak. Di negara tersebut selama berabad-abad, kaum suni dan syiah tidak pernah berkelahi. Tetapi setelah ada serangan AS, mereka saling mengebom. Kemudian di Darfur, Sudan Selatan, selama ini umat Katolik dan Islam tidak pernah ribut, tapi setelah ada sumber minyak, mereka berkelahi.Tak Mau Ketemu BushTerkait rencana demo besar-besaran 19 November yang akan menentang Bush di Jakarta, Hasyim menyatakan, tidak akan menghadirinya walaupun dia diundang."Nggaklah, nggak ikut, diundang sih, tapi nggak ikut. Kalau diundang Bush nggak datang, diundang demo nggak datang," kilahnya.Hasyim mengaku, pada dasarnya dia tidak menolak Bush datang ke Indonesia, tetapi dia menolak bertemu Bush bila diundang. Alasannya, Hasyim menempatkan diri sebagai Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP), sehingga dia khawatir bila nanti bertemu Bush, dunia akan melihat serangan-serangan AS mendapat justifikasi.
(umi/sss)











































