Ki Gendeng Santet Bush, 3 Hewan Disembelih di Tugu Kujang

Ki Gendeng Santet Bush, 3 Hewan Disembelih di Tugu Kujang

- detikNews
Kamis, 16 Nov 2006 12:16 WIB
Bogor - Kemenyan mengepul dan baunya menyengat kawasan Tugu Kujang, Jalan Padjajaran, Bogor, Jawa Barat sejak pukul 11.00 WIB, Kamis (16/11/2006). Janji Ki Gendeng Pamungkas menyantet Presiden AS George W Bush mulai direalisasikan.Tiga ekor hewan, yakni domba, burung gagak, dan ular sanca menjadi bagian dari prosesi penyantetan."Ah nggak apa-apa, gue cuma mau nyantet Bush doang, biar nggak betah lebih dari 1 jam," jelas Ki Gendeng tentang aksinya yang disaksikan puluhan warga, wartawan dan aparat keamanan berpakaian sipil itu.Tidak hanya Bush, Ki Gendeng juga mengincar pasukan Paspampres yang berada di ring I agar terjadi kekacauan menjelang kedatangan Bush."Gua juga mau nyantet Paspampres di ring I biar seolah-olah pas Bush datang mereka melihat seakan-akan Bush mau diserang," beber Ki gendeng yang semula berniat menyantet mati Bush.Namun niatnya itu diurungkan setelah dia mendapat 2.714 surat yang menyarankan agar dia tidak menyantet mati Bush.Aksi yang dilakukan selama 20 menit itu dimulai dari persiapan bahan-bahan ritual santet yang dilakukan oleh 20-an anak buah tokoh supranatural spesialisasi santet itu.Mereka menggelar bahan-bahan tersebut di atas selembar kain hitam berukuran 1x3 meter. Di atas kain hitam itu, mereka meletakkan 5 buah kendi kecil berisi biji-bijian dan rempah-rempah. Selain itu juga diletakkan kendi besar yang berisi bakaran kemenyan yang baunya sangat menyengat.Selain kendi-kendi, anak buah Ki Gendeng juga menyiapkan tiga ikat padi kering, tebu dan kol (kubis) hijau.Sebelum prosesi dimulai, anak buah Ki Gendeng terlebih dahulu menyembelih domba dan ular yang darahnya kemudian dicampur di sebuah piring. Setelah itu, Ki Gendeng menusuk tembolok burung gagak dengan sebuah obeng dan mencampur darah burung itu dengan darah domba dan ular.Kemudian Ki Gendeng yang berkaos dan kacamata hitam berkomat-kamit membaca ajimat dan mengaduk darah di piring yang dicampur dalam biji-bijian dan rempah-rempah dari kendi kecil.Setelah tercampur rata, darah itu kemudian dimuncratkan dengan tangannya ke kendi besar yang berisi kemenyan. Lalu Ki Gendeng yang menggunakan syal merah meminum sedikit darah yang ada di piring dan tangan yang masih berlumuran darah diusapkan ke wajahnya.Proses penyantetan tidak hanya mengundang perhatian warga, tapi juga pengendara motor dan mobil yang melintas di jalan tersebut. Mereka penasaran melihat kerumunan orang di tugu tersebut.Aparat polisi yang berjaga-jaga di kawasan tersebut tidak berusaha menghentikan aksi Ki Gendeng. Mereka hanya mengamankan jalan di sekitarnya. (umi/sss)


Berita Terkait