DPRD Bogor Tolak Bush Tapi Kok Setuju Dana Pengamanan Rp 6 M
Kamis, 16 Nov 2006 10:59 WIB
Jakarta - Aksi penolakan kedatangan Presiden AS George W Bush tak henti-henti dilakukan. Unjuk rasa yang digelar 150-an orang dari berbagai kelompok di Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11/2006) diwarnai beragam atribut.Selain itu massa juga mempertanyakan persetujuan dana pengamanan Rp 6 miliar oleh DPRD, padahal mereka menolak kedatangan Bush.Aksi yang digelar di Tugu Kujang, Jl Pajajaran, Bogor ini diikuti 3 kelompok, yaitu Pemuda Bulan Bintang, mahasiswa Akademi Kimia Analis (AKA) Bogor, serta mahasiswa Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Bogor. Sejumlah massa dari Pemuda Bulan Bintang tampil mengenakan atribut ala pejuang Palestina. Mereka mengacung-acungkan senjata mainan di tangan kiri, dan al-Quran di tangan kanannya.Sementara rekan mereka ada yang mengenakan topeng berwajah monyet yang disimbolkan sebagai Bush, dan di sampingnya seorang pengawal berpakaian tentara setia menemani.Selain itu seorang peserta aksi dari AMIK tampil mengenakan topeng Bush sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah peserta aksi. Namun lambaian tangan ini disambut cemoohan huu..Sementara massa dari AKA tampak membawa sejumlah poster antara lain bertuliskan "Bush datang rugikan Rp 6 miliar", "Tolak Bush 100%", "No Bush, No US". Massa juga membawa bendera Merah Putih dan juga atribut kampus mereka.Massa juga tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel anti Bush. "Kehadiran Bush tidak ada manfaatnya sama sekali, justru malah merugikan sampai Rp 6 miliar. Kami yakin kedatangan Bush ke Indonesia tidak akan memberikan investasi apa-apa," kata Presiden Mahasiswa AKA Sutoro saat berorasi.Dia juga mempertanyakan dana yang disetujui oleh DPRD Bogor untuk menyambut kedatangan Bush. Padahal DPRD telah menyatakan penolakan kedatangan Bush."Dana yang disetujui DPRD Rp 6 miliar, padahal DPRD sendiri menolak. Bagaimana ini pertanggungjawabannya," tanyanya dalam orasi.Sementara itu, tidak tampak penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Hanya tampak sejumlah polisi mengamati dari jauh sembari mengatur arus lalu lintas yang lancar.
(fjr/nrl)











































