Ketua MPR: Persiapan Berlebihan, Indonesia Didikte AS

Ketua MPR: Persiapan Berlebihan, Indonesia Didikte AS

- detikNews
Kamis, 16 Nov 2006 00:10 WIB
Jakarta - Persiapan akan kunjungan Presiden AS George W Bush di Istana Bogor terus dinilai berlebihan. Bahkan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai Indonesia yang didikte AS. "Karenanya jangan mudah didikte untuk kepentingan asing yang bernama George W Bush," ujarnya usai acara Bangkit Melawan Serangan Balik Koruptor yang diadakan oleh Partnership di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (15/11/2006). Sebagai negara yang berdaulat dan bersahabat, imbuhnya, Indonesia memang tidak bisa begitu saja menolak tamu negara yang datang. Apalagi kalau itu adalah kunjungan balasan.Namun yang jadi masalah, penerimaan yang dirasa sangat berlebihan. "Dan pemerintah harus tunduk kepada kemauan Bush. Ini bisa menghilangkan kedaulatan Indonesia," tambahnya.Dia mencontohkan, kontrak karya yang selama ini terus menerus didikte yakni dengan Freeport, ExxonMobil di Cepu dan Natuna"Apabila Bush disambut seperti tamu negara umumnya, saya kira Bush mengerti," tandasnya. (wiq/wiq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads