Kampanye Pilkada Yogya Adem Ayem
Rabu, 15 Nov 2006 18:35 WIB
Yogyakarta - Meski telah memasuki 1 minggu kampanye, pemilihan walikota/wakil walikota Yogyakarta berjalan adem ayem. Belum tampak hingar bingar aksi pengerahan massa yang dilakukan oleh kedua pasangan calon.Para peserta kampanye lebih memilih kampanye dialogis, dengan datang secara langsung kepada konstituen.Selain itu, mereka mengoptimalkan kampanye dengan memasang sebanyak-banyaknya baliho, pamflet, serta spanduk di tempat-tempat strategis di sepanjang jalan di Kota Yogyakarta.Pantauan detikcom, Rabu (15/11/2006), kedua calon walikota/wakil walikota saling bersaing dengan menawarkan program-programnya melalui spanduk baliho dan pamflet.Seperti yang dilakukan oleh pasangan calon Herry Zudiyanto-Haryadi Suyuti, spanduk besar terpampang di jalan Mataram bertuliskan "Pilih dengan hati nurani walikota yang mengabdi". Sementara pasangan calon Widharto-Syukri Fadholi lebih mengangkat isu-isu kesejahteraan rakyat dalam kampayenya."Memang selama 1 minggu kampanye berlangsung belum ada pengarahan massa oleh para calon. Mereka lebih mengoptimalkan kampanye melalui media seperti spanduk, baliho dan pamflet," kata Ketua KPU Kota Yogyakarta, Miftachul Alfin saat ditemui detikcom di kantornya.Namun, menurut Alfin, adem ayemnya kampanye Pilkada Kota Yogyakarta ini menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, KPU Kota Yogyakarta akan terus berupaya agar massa pemilih tetap menggunakan hak pilihnya pada saat hari H nanti.Ia khawatir masyarakat lupa bahwa akan ada pemilihan walikota/wakil walikota. Untuk itu ia akan mengoptimalkan segala kemampuan yang ada untuk menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada Kota Yogyakarta yang akan berlangsung pada Minggu 26 November 2006.Salah satunya dengan terjun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan kepada warga agar menggunakan hak pilihnya. "Insya Allah itu akan kita laksanakan 2 hari menjelang pilkada," kata Alfin.Alfin menambahkan, selama 1 minggu kampanye berjalan, belum ada laporan dari masyarakat ataupun Panwaslu tentang adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh kedua calon. "Sampai detik ini belum ada laporan pelanggaran, semoga tidak ada pelanggaran hingga akhir kampanye nanti pada 22 November," harapnya.Ketika ditanya tentang kesiapan KPU Kota Yogyakarta menghadapi segala bentuk komplain masyarakat ataupun calon walikota/wakil walikota terkait proses pilkada, Alfin mengatakan, ada tiga poin yang akan terus diupayakan oleh KPU Kota Yogyakarta."Optimalisasi pelaksanaan regulasi, penyamaan persepsi antara penyelenggara dan peserta pilkada, serta perencanaan administrasi yang rapi, transparan serta mudah diakses oleh masyarakat," tutur Alfin.
(sss/sss)











































