SB Tampik Tudingan sebagai Penggagas Voucher Pendidikan

SB Tampik Tudingan sebagai Penggagas Voucher Pendidikan

- detikNews
Rabu, 15 Nov 2006 18:05 WIB
Jakarta - Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir (SB) membantah tudingan yang menyebut dirinya sebagai penggagas penyaluran voucher pendidikan Depdiknas ke sekolah-sekolah agar dititipkan dalam kunjungan kerja anggota DPR ke daerah."Saya terpikir saja tidak, apalagi melakukan," cetus SB menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya usai diterima Wapres sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla di kediaman resmi wapres, Jl Diponegoro, Jakarta (15/11/2006).Meski mendukung keputusan untuk mengembalikan kegiatan penyaluran tersebut lewat jaringan resmi milik pemerintah, SB menilai jalur anggota DPR pun tidak kalah aman dari tindak korupsi.Pihak sekolah yang menerimanya, tutur SB, dapat mengurus langsung pencairan voucher tersebut ke Depdiknas setempat, tanpa perlu melakukan kontak lebih lanjut atau minta difasilitasi anggota DPR yang menyampaikannya.Menurutnya, para anggota DPR tak mungkin tega menggelapkan voucher pendidikan yang nilainya tak seberapa itu. Keuntungan yang diperoleh anggota DPR bersangkutan yang membagikannya, mungkin hanya numpang nama."Yang kemarin juga nggak ada unsur korupsi. Apa sih artinya vocher yang nggak seberapa itu? Kalau mau korupsi, yang triliunan dong," selorohnya.SB juga menampik tuduhan nepotisme dalam pendistribusian voucher. Bahwa sebagian besar sekolah penerimanya adalah milik Muhammadiyah, ormas Islam tempat Mendiknas Bambang Soedibyo yang berasal dari PAN berafiliasi.Kalaupun benar, menurut SB, hal yang wajar karena memang populasi sekolah milik Muhammadiyah lebih banyak dibanding ormas lainnya."Tapi nggaklah. Saya inget Sekjen Depdiknas berikan juga voucher di NTT, ya sekolah Kristen semua di situ. Pembagiannya proporsional. Jangan berpikir buruk," pungkas SB. (lh/sss)


Berita Terkait