Arman: Waspadai Korupsi yang Didukung Kekuatan Politik
Rabu, 15 Nov 2006 16:58 WIB
Jakarta -
Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap tindak pidana korupsi yang didukung kekuatan politik. Dia juga mengingatkan serangan balik para koruptor. "Kalau hanya bergabung dengan akademisi masih bisa dilawan dengan teori, tapi kalau sudah dengan politik itu berbahaya," ujar Arman dalam diskusi "Melawan Serangan Balik Para Koruptor" di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (15/11/2006).Karena itu, Arman menegaskan, perlunya dukungan para politisi, dalam hal ini parpol dan DPR. "Tanpa dukungan seorang penegak hukum dengan alasan politik bisa di-reshuffle atau di-recall," katanya. Selain itu, Arman juga mengeluhkan adanya serangan balik melawan pemberantasan korupsi yang dilakukan kalangan akademisi. Melalui seminar-seminar, para guru besar memberikan justifikasi dengan teori-teori tekanan sehingga memberikan ruang bebas bagi para koruptor."Jadi para koruptor ini melakukan serangan balik baik secara legal dan ekstra legal dan para pembicara di seminar justru quasi legal, sehingga kesimpulannya sering seperti putusan pengadilan," ujar Arman.Pada kesempatan itu, Arman menyatakan, tidak penting siapa lembaga yang melakukan pemberantasan korupsi, asalkan upaya yang dilakukan mencapai keberhasilan."Tidak peduli kucingnya berbulu hitam atau putih yang penting dalam menangkap tikus dia yahud," tandasnya.
(umi/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































