Kapolres, Dandim & Bupati Bahas Insiden Purwakarta
Rabu, 15 Nov 2006 14:48 WIB
Jakarta - Pihak kepolisian masih menyelidiki siapa pelaku yang terlibat penyerangan pos polisi di Purwakarta. Kapolres, Bupati dan Dandim Purwakarta pun melakukan rapat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan."Siapa kelompok penyerang itu masih diselidiki Polres Purwakarta. Bahkan, Kapolres, Bupati dan Dandim sudah berkumpul untuk menemukan siapa pelakunya dan menghindari agar kasus itu tidak berkembang lebih jauh," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Ricardo Siagian di sela-sela Rapat Koordinasi Teknis Jajaran Penerangan AD di Kartika Media Center, Jl Abdurrahman Saleh I No 48, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2006).Mengenai kelompok penyerang yang diduga sebagai anggota Batalyon Artileri Medan-9 Kostrad yang bermarkas di Sadang, Purwakarta, karena bertampang cepak dan tegap, Ricardo menjelaskan tidak semua orang bertampang cepak dan tegap diidentifikasikan sebagai anggota TNI. "Kalau ada yang bilang mereka bertampang cepak dan tegap, kan ada orang lain yang bertampang seperti itu," jawab Ricardo. Empat polisi yang sedang bertugas di pos polisi depan pusat perbelanjaan Bintang Indonesia Gemilang, di perempatan Kebon Jahe, Jl Sudirman, Purwakarta, Selasa (14/11/2006) malam pukul 18.40 WIB diserang sekelompok orang yang diduga anggota TNI AD. Mereka diserang diduga terkait penangkapan anggota Yon-Armed-9 Kostrad yang terlibat perampokan uang lebaran PT Totoku sebesar Rp 144 juta. Empat polisi itu dirawat di unit gawat darurat RS Bayu Asih, karena mengalami luka memar dan goresan di bagian kepala, dada dan kaki.
(zal/nrl)










































