Bukan Zamannya Lagi Partai Asal Berseberangan dengan Pemerintah

Bukan Zamannya Lagi Partai Asal Berseberangan dengan Pemerintah

- detikNews
Rabu, 15 Nov 2006 14:44 WIB
Jakarta - Ada partai pendukung pemerintah, ada juga partai yang kritis terhadap pemerintah. Kalau partai yang asal berseberangan dengan pemerintah? "Udah nggak zaman," ucap Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla.Ucapan Kalla itu ditirukan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir (SB) usai diterima Kalla yang juga Wapres di kediaman Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2006)."Saat ini sudah bukan zamannya lagi bagi partai untuk asal berseberangan pendapat dengan pemerintah. Berdasarkan hasil survei, rakyat justru tidak simpati, bahkan memberi penilaian negatif terhadap parpol yang berperilaku demikian dalam parlemen," kata Kalla seperti dikutip SB."Itu gaya lama, sekarang gaya baru. PAN juga membawakan gaya baru itu sesuai aspirasi masyarakat," imbuh SB mengamini ucapan Kalla.DukunganDituturkan SB, dalam pertemuannya tadi, Kalla menyampaikan kalau Rapimnas II Partai Golkar dipastikan tidak akan menghasilkan rekomendasi menarik dukungan terhadap pemerintahan Presiden SBY."Beliau tadi katakan, ah nggak lah itu (penarikan dukungan). Golkar nggak akan begitu," kata SB menirukan pernyataan Kalla.SB mengaku sempat menanyakan kepada Kalla tentang masih mengemukanya suara-suara menuntut penarikan dukungan di dalam Golkar, padahal ketua umumnya duduk sebagai wakil presiden.Atas pertanyaan itu, Kalla menjawab, suara-suara itu mengindikasikan perubahan positif dalam partai yang dipimpinnya, tidak seperti dahulu. Golkar kini semakin bisa menghargai perbedaan pendapat dan menyikapinya dengan bijak sebagai bagian dari demokrasi.Mengenai ancamanan dari DPD Golkar Lampung yang menggalang suara untuk menarik dukungan terhadap SBY apabila kasus pidana Alzier Dianis Thabrani -- gubernur sekaligus ketua DPD Lampung -- tidak terselesaikan dalam pekan ini, Kalla melihat hal itu sebagai bagian dari dinamika internal partai politik."Itu internal Golkar sendiri. Sedangkan keputusan hasil rapimnas bukan suara dari satu DPD saja, tapi persetujuan dari DPP," jelas Kalla seperti ditirukan SB. (san/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait