Kelangkaan Minyak Tanah di Padang Terus Berlanjut
Rabu, 15 Nov 2006 14:10 WIB
Padang - Minyak tanah sungguh merupakan kebutuhan rakyat. Kalau pasokannya seret, pastilah bikin jengkel. Apalagi jika kelangkaan bahan bakar yang kerap dipakai untuk memasak ini terus berlanjut.Seperti halnya yang terjadi di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), berdasarkan pengakuan sejumlah pemilik pangkalan, sulitnya mendapat bahan bakar rakyat tersebut karena berkurangnya pasokan yang diterima pangkalan dari agen penyalur.Salah seorang pemiliki pangkalan di Jalan Parak Laweh Padang, Daswiser yang ditemui detikcom, Rabu (15/11/2006) mengaku, jatah minyak tanah untuk pangkalannya saat ini hanya satu tangki per bulan. Padahal sebelumnya ia menerima pasokan dua hingga tiga tangki per bulannya."Otomatis kami hanya menyalurkan satu tangki saja dalam sebulan. Selain berkurangnya pasokan, tingginya permintaan warga juga menyebabkan stok yang tersedia cepat habis. Begitu kami punya stok, warga langsung antre dan berebutan mendapatkan minyak tanah," tuturnya.Pemilik pangkalan di kawasan Seberang Padang, Yoan, mengatakan, meski mendapat jatah lima hingga enam tangki per bulan, namun tetap saja tidak mencukupi, karena jumlah permintaan warga jauh lebih tinggi. Menurutnya, jatah sebanyak itu habis hanya dalam waktu singkat.Sementara sejumlah pembeli minyak tanah yang ditemui detikcom mengaku jengkel karena sulitnya mendapatkan minyak tanah. Selain karena dibutuhkan setiap hari, sejak kelangkaan minyak tanah melanda kota Padang, harganya juga meningkat berkisar antara Rp 2.800 sampai Rp 3.200 per liter."Sudah susah dapatnya, mahal pula. Pusing kalau begini terus, saya nggak bisa masak buat keluarga," keluh Ibu Safrida.
(yon/sss)











































