Waspada! Serangan Balik Golkar Lawan Pemberantasan Korupsi
Rabu, 15 Nov 2006 13:39 WIB
Jakarta - Partai Golkar dinilai sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas kehancuran Indonesia. Saat ini kelompok Orba yang dimotori Golkar telah bangkit melakukan perlawanan terhadap pemberantasan korupsi. Waspadalah!Hal itu disampaikan penasihat KPK Abdullah Hehamahua dalam diskusi bertajuk "Melawan Serangan Balik Para Koruptor" di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (15/11/2006)."Dengan penuh kesadaran, demi eksistensi, harga diri, dan kekayaan yang dimiliki, mereka melakukan perlawanan secara sistematis, terencana dan canggih," ujar dia.Terkait penolakan Golkar terhadap Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R), Abdullah menilai sebagai bentuk ketakutan orang-orang Golkar akan gerakan hukum akibat korupsi."Pada Pemilu 1997, dia menang 90 persen lebih. Mereka terlibat hampir seluruhnya pada waktu itu, sehingga kalau UKP3R jalan, mereka yang paling banyak kena, sehingga mereka takut," ujarnya.Karena itu, penolakan Golkar dianggap tidak beralasan. Usulan KPK tentang pembentukan UKP3R dilakukan melalui surat yang selalu ditembuskan kepada Wapres Jusuf Kalla yang juga ketua umum Partai Golkar."Dibahas juga dalam sidang kabinet terbatas, sehingga tidak mungkin tidak ada yang tahu," tandas dia.Pria yang selalu berpeci ini menjelaskan, reformasi pada tahun 1998 hanya sekadar pergeseran di kalangan elit istana, bukan perubahan sistem. Sebab tidak ada penangkapan pejabat tinggi dan elit partai penguasa seperti yang terjadi pada tahun 1965."Golkar juga tidak dibubarkan sebagaimana PKI dibubarkan Soeharto. Mungkin kesadaran itu datang terlambat ketika Gus Dur di akhir kejatuhannya baru berusaha membubarkan Golkar," kata dia.Akibatnya, ketika mesin reformasi mendekati jantung, mereka mulai melakukan serangan balik. Salah satunya terhadap pemberantasan korupsi.Sementara pengajar hukum pidana UGM Eddy OS Hiariej menyatakan, political corruption telah terjadi sejak lama, sehingga tidak berlebihan jika dikatakan Golkar yang paling bertanggung jawab.
(umi/sss)











































