Din: Pertemuan SBY-Bush No Use
Rabu, 15 Nov 2006 01:25 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta lebih sensitif terhadap protes pertemuan Presiden SBY dan Presiden AS George W Bush di Istana Bogor pada 20 November 2006. Pertemuan ini dinilai tidak bermanfaat."Dialog atau pertemuan mereka tidak ada manfaatnya sama sekali. No use," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin usai pertemuan DPP PDIP dengan ormas-ormas Islam di kediamannya, Kompleks Pejaten Elok, Jl Amil, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2006) malam.Menurut Din, SBY dan Bush sudah pernah bertemu hingga sebenarnya tidak perlu lagi ada pertemuan. Di tengah kecaman masyarakat dan situasi politik dunia Islam secara umum, pertemuan itu menyakitkan umat."Seharusnya pemerintah sensitif. Karena kebijakan Bush, 650.000 orang hilang terbantai. Sebagian perempuan dan anak-anak, seperti di Irak dan Afghanistan," ujarnya.Dia mengingatkan SBY sebagai pemimpin negara muslim terbesar di dunia untuk bersikap tegas kepada Bush jika pertemuan itu jadi dilaksanakan. "Kita minta SBY tegas kepada Bush dan menyampaikan tri amanat rakyat," lanjutnya.Amanat itu adalah, pertama agar AS hengkang dari Irak dan Afghanistan serta tidak menekan dan mengancam negara-negara Islam seperti Iran dan Suriah. Kedua, agar AS menghentikan politik standar ganda dalam masalah Palestina dan dunia Islam. Ketiga, agar AS tidak mengintervensi Indonesia bidang politik, ekonomi, dan budaya.Din mendukung penuh rencana aksi demonstrasi besar-besaran menolak Bush yang akan dilaksanakan pada 19 November 2006 mendatang.
(fay/fay)











































