SBY: Berdakwahlah Dengan Damai
Rabu, 15 Nov 2006 00:30 WIB
Semarang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua elemen masyarakat berdakwah dengan damai sebagaimana Nabi Muhammad dan para wali ketika menyebarkan Islam."Dakwah harus disesuaikan dengan budaya, adat, kebiasaan, dan pola pikir masyarakat. Dengan demikian, masyarakat bisa menerima materi atau ajaran Islam," kata SBY ketika meresmikan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jl Gajah Raya Semarang, Selasa (14/11/2006) malam.SBY yakin, jika mencontoh Nabi Muhammad dan para wali, maka tidak akan ada perbenturan budaya yang dikhawatirkan belakangan ini. Menurut dia, dalam berdakwah, Nabi dan para wali tak pernah memaksa orang atau kelompok untuk sependapat dengannya."Silahkan berdakwah dengan debat, diskusi, atau yang lain. Yang penting sebagai muslim, berilah contoh keteladanan yang baik," jelasnya.Selain soal dakwah, SBY juga menyinggung peran masjid di masa kini. Menurut dia, masjid tidak hanya untuk ibadah tapi juga diharapkan punya peran sosial. Karena itu, masjid harus menjadi pusat pendidikan, kebudayaan, dan bahkan pengentasan kemiskinan.Dijelaskannya, rasul memberikan contoh yang jelas dengan menjadikan masjid sebagai tempat penyelesaian masalah termasuk soal-soal ekonomi. Keteladanan semacam itu harus dipraktikan.SBY mencontohkan, pada zaman Nabi Muhammad, masjid telah memiliki baitul mal yang dapat membantu mengembangkan perekonomian masyarakat setempat. Karena itu, pada zaman tersebut, masyarakat madani pun terbentuk."Masjid harus lebih diberdayakan demi kemaslahatan agar Islam mampu menjadi , agar Islam bisa menjadi rahmat bagi semua," tandasnya.Ketika meresmikan masjid senilai hampir Rp 200 miliar itu, SBY didampingi Menag M Maftuh Basuni, Ketua MUI Ahmad Sahal Mahfudz, dan Gubernur Jateng Mardiyanto. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine. Bersamaan dengan itu, 6 payung elektrik seperti di atap Masjid Nabawi, menutup.
(fay/fay)











































