Lidya Cabut BAP, Hakim Akan Panggil Penyidik
Selasa, 14 Nov 2006 18:04 WIB
Jakarta - Terdakwa pembunuhan Naek Gonggom Hutagalung, Lidya Pratiwi tetap pada pendiriannya untuk mencabut keterangan yang dibuatnya dalam berita acara pemeriksaan (BAP).Sikap artis sinetron ini membuat Ketua Majelis Hakim Karel Tuppu meminta kepada jaksa penuntut umum (JPU) untuk menghadirkan penyidik yang memeriksa Lidya."Karena terdakwa mencabut BAP, maka setelah bermusyawarah, majelis memutuskan untuk menghadirkan saksi penyidik yang melakukan proses verbal lisan," kata Karel dalam persidangan dengan agenda pemeriksaaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jl Ancol Baru, Jakarta Utara, Selasa (14/11/2006).Majelis pun lalu membacakan nama penyidik itu, yakni Joko Wardiyanto, yang bertugas di Polres Jakarta Utara. "Kami minta JPU untuk menghadirkannya," cetus Karel.Sebelumnya, Lidya tetap bersikukuh pada pernyataannya bahwa dia akan menarik keterangan yang dibuatnya dalam (BAP). Hal ini dia tegaskan kembali ketika ditanyakan oleh kuasa hukumnya Nazab Khan."Saya waktu itu sedang sakit, pengen cepat istirahat. Terus saya bilang (pada penyidik) terserah, yang penting cepat selesai," tutur Lidya dalam kesaksiannya.Dia mengaku pada pada saat pemeriksaan yang pertama yaitu pada 15 Juni 2006, dia sedang sakit karena alergi obat, dengan mata bengkak dan sesak nafas. Lidya juga mengaku kalau dia pada pemeriksaan waktu itu tidak didampingi pengacara, padahal ancaman yang dikenakan padanya adalah hukuman mati."Ya memang dijelaskan, tapi saya tidak mengerti dan tidak tahu hukum, Pak Hakim. Saya tidak sadari akibatnya. Waktu minta diantar ke UGD saja tidak dikasih, penyidik malah minta pemeriksaan segera diselesaikan," ucap Lidya.Sementara terkait persidangan pemeriksaan terdakwa, Lidya melemparkan semua kesalahan pada pamannya, Tony Yusuf. "Yang menyebut nama Naek itu pertama kali paman saya, dia minta saya menghubungi Naek," ujar Lidya.Dia juga mengaku segala rencana yang mengatur adalah pamannya karena pamannya butuh uang dan terjerat utang pada renternir. "Saya hanya mengenalkan saja," ucap Lidya.Dia juga menceritakan kalau pamannya itu adalah seorang yang sangat galak, kerap bertemperamen kasar dan suka melakukan kekerasan. "Dia suka membentak-bentak ibu saya dan saya," tandasnya.Waktu kejadian yang menimpa Naek pun Lidya mengaku pamannya sempat melakukan intimidasi. "Dia mengancam untuk jangan bilang pada siapapun. Saya takut. Saya tidak mau ibu disakiti," tandas Lidya.
(ndr/sss)











































