Menkes Akui Tamiflu Punya Efek Samping
Selasa, 14 Nov 2006 17:52 WIB
Jakarta - Efek samping penggunaan obat Tamiflu untuk pengobatan flu burung diakui Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari memang ada. Namun efek sampingnya sangat kecil."Sekarang mana yang kita pentingkan? Nyawanya dulu. Kalau tidak diberikan, ya bisa hilang nyawanya. Kalau nanti ada efek samping, Tamiflu bisa dihentikan," kata Fadilah di Departemen Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2006).Menurut Fadilah, hingga kini belum ada keluhan efek samping obat Tamiflu di Indonesia. Sebab, obat itu hanya diberikan pada kondisi yang sangat kritis dan penting sekali, termasuk seberapa persen atau dosis yang harus dimasukkan ke tubuh manusia.Pemberian obat tersebut tidak bisa diberikan kepada sembarang orang dan tidak dijual secara bebas. Obat itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu yang terkena gejala flu, batuk dan pilek yang di sekitarnya ada unggas yang mati karena virus H5N1."Dan orang yang diberi Tamiflu dipastikan dipantau," tandas Fadilah.Badan Obat dan Makanan AS atau FDA mengeluarkan peringatan mengenai pemakaian obat Tamiflu, menyusul laporan lebih dari 100 kasus halusinasi, mengigau dan perilaku kejiwaan aneh lainnya pada anak-anak yang diobati dengan Tamiflu. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak Jepang.Tamiflu diproduksi oleh perusahaan farmasi Swiss, Roche Holding AG. Pemakaian Tamiflu di Jepang paling tinggi di dunia. Antara tahun 2001 dan 2005, Tamiflu diresepkan sebanyak 24,5 juta kali di negeri Sakura itu. Sedangkan di AS tercatat hanya sebanyak 6,5 juta.
(zal/sss)











































