Agar Terlihat Bush, Massa Minta Demo di Lapangan Sempur
Selasa, 14 Nov 2006 17:00 WIB
Bogor - Kepolisian Wilayah (Polwil) Bogor akan mempertimbangkan permintaan Aliansi Ormas Islam se-Bogor untuk berdemonstrasi di satu titik, yaitu Lapangan Sempur. Hal ini perlu untuk memudahkan pengaturan massa.Lapangan Sempur terletak sekitar 100 meter dari pintu gerbang Istana Bogor atau sebelah utara Kebun Raya Bogor, tepatnya di Jl Jalak Harupat. Menanggapi permintaan itu, Kapolwil Bogor Kombes Pol Sukrawardi Dahlan menyatakan akan berkoordinasi dengan atasannya."Masalah tempat saya nanti akan koordinasikan dengan yang lebih senior. Yang jelas, saya akan koordinasikan nanti satu titik pusat demo," ujar Sukrawardi dalam audensi dengan pimpinan 31 ormas Islam di Markas Polwil Bogor, Jl Kapten Muslihat, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/11/2006). Menurut salah seorang pimpinan ormas, satu titik pusat demo ini diperlukan supaya memudahkan massa untuk diatur. "Coba bayangkan, jika kita tidak diberi akses ke satu titik, massa akan berada di jalanan," ujar Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Bogor M Rosydi Azis. Aliansi Ormas Islam Kota Bogor rencananaya akan melakukan demontrasi dengan menurunkan minimal 100 ribu orang. "Untuk Bogor ini rencananya 100 ribu lebih, HTI sendiri akan turun 15.000," kata Rosydi.Kenapa mereka memilih Lapangan Sempur, menurut Rosydi, supaya supaya terlihat oleh Presiden Bush. Lapangan Sempur berdekatan dengan ring satu dan memang strategis untuk dicapai massa. Dalam audensi yang berlangsung satu jam, Sukrawardi berpesan agar peserta aksi tidak membawa benda-benda yang membahayakan dalam aksi unjuk rasa. "Kalau ada yang membahayakan akan saya tangkap," jelas Sukrawardi.Selain itu, Sukrawardi melarang keras peserta aksi membakar foto dan gambar Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla. "Kalau ada gambar presiden yang dibakar, jangan sampai, karena itu sudah disahkan oleh Setneg. Saya tangkap yang membakarnya," tegasnya."Kalau foto Bush?" tanya salah satu peserta audensi. "Ya, sebaiknya janganlah," jawab Sukrawardi. "Kalau Bush boleh deh," rajuk salah satu peserta dari ormas lainnya. Sukrawardi pun hanya mesem-mesem.Dalam kesempatan itu, Sukrawardi berjanji tidak akan membiarkan aparat kepolisian menggunakan kekerasan menghadapi unjuk rasa penolakan kedatangan Presiden Bush. "Bila terjadi kekerasan oleh polisi, akan kami tangkap polisinya," tekatnya di depan peserta pertemuan itu.
(zal/nrl)











































