Markas Brimob Kelapa Dua Dilanda Gempa dan Tsunami
Selasa, 14 Nov 2006 11:12 WIB
Depok - Bencana gempa dan tsunami kembali terjadi. Tapi kali ini hanya menyerang markas Brimob Kelapa Dua di Cimanggis, Depok. Ratusan orang pun panik.Tapi Anda tidak perlu ikutan panik. Gempa dan tsunami yang melanda markas Brimob Kelapa Dua bukan kejadian riil. Tetapi hanya aksi demo yang dilakukan personel Brimob terkait penanggulangan gempa bumi dan tsunami.Demo yang disaksikan Kapolri Jenderal Pol Sutanto itu berlangsung Selasa (14/11/2006) pagi. Demo terkait hari ulang tahun Brimob yang ke-61.Aksi demo dibuka dengan ledakan keras yang mengagetkan ratusan orang yang menyaksikan acara tersebut. Setelah itu, sekitar 20-an orang sipil memasuki arena demo dan berakting seolah-olah kampungnya sedang dilanda gempa dan tsunami.Tidak lama kemudian datang helikopter polisi yang memberikan imbauan agar mereka menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Kedatangan heli ini diikuti kehadiran dua gantole bermotor dengan dua penumpang yang melakukan observasi di lokasi kejadian. Mereka juga memberikan laporan ke posko terdekat untuk memberikan bantuan.Setelah itu dua orang tim advance yang menumpang gantole terjun dari ketinggian 4.000 feet. Mereka dilengkapi HP satelit dan GPS untuk melaporkan situasi pendaratan kepada tim medis.Setelah itu 7 orang tim medis terjun payung ke lokasi. Tidak semua anggota mulus mendarat di lokasi pendaratan. Tiga penerjun payung ada yang turun di tengah kerumuman massa, tempat parkir dan di rerimbunan pohon.Bahkan salah satu dari mereka sempat meluncur deras ke daratan karena parasutnya tidak mengembang, sehingga mengundang kepanikan penonton. Barulah di ketinggian ratusan meter dia mengembangkan payung cadangannya. Rupanya macetnya parasut utama sang penerjun tidak betulan. Itu hanya bagian dari aksi mereka.Setelah tim medis datang, tim SAR menyusul dengan menggunakan teknik rappeling (meluncur dengan menggunakan tali dari atas) untuk memberikan pertolongan ke korban. Salah satu korban dievakuasi dengan jalan udara. Tidak lama kemudian diperagakan aksi mendirikan 10 tenda darurat, dua tenda rumah sakit lapangan dan lain-lain. Setelah semuanya beres dilakukan acara syukuran berupa pemotongan tumpeng yang dibawa oleh robot kendali jarak jauh untuk menjinakkan bom. Tumpeng dipotong Kapolri dan diserahkan ke anggota Brimob termuda.Acara kemudian dilanjutkan makan-makan. Saat sedang asyik menikmati hidangan, ratusan orang yang hadir kembali dikagetkan dengan suara ledakan keras. Ternyata kali ini yang muncul 60 wanita Bhayangkari yang menari Poco-poco.
(umi/nrl)











































