Ketua DPR Harus Evaluasi Studi Banding Anggotanya
Selasa, 14 Nov 2006 10:30 WIB
Jakarta - "Piknik" anggota DPR ke luar negeri dengan bungkus studi banding jelas melukai hati rakyat. Karena itulah Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) meminta Ketua DPR Agung Laksono mengevaluasi anggotanya.Hal tersebut terkait dengan kunjungan anggota Komisi V ke sejumlah negara di Eropa beberapa waktu yang lalu yang kepergok mahasiswa tengah berbelanja ke tempat-tempat mewah."Yang pasti perlu dilakukan evaluasi dan membuat pertanggungjawaban baik kepada internal maupun kepada publik," kata Koordinator Formappi, Sabastian Salang, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (14/11/2006) pukul 09.00 WIB.Menurutnya, evaluasi tersebut bisa dilakukan dengan menentukan mekanisme seberapa penting studi banding itu. Hal itu harus dibahas dalam rapat paripurna sehingga seluruh anggota dewan mengetahui tugas dan fungsinya dalam menjalankan studi banding tersebut."Saya lihat bahwa ini sebagai suatu kesempatan untuk berjalan-jalan di beberapa negara. Motifnya apa untuk studi banding? Ini sebuah ironi yang memalukan bagi kita," ujarnya.Sebastian juga mengkritik Badan Kehormatan (BK) DPR yang tidak punya kewenangan memberi teguran kepada anggota dewan yang "jalan-jalan" tersebut. BK hanya menunggu pengaduan dari masyarakat."Masalahnya BK tidak punya otoritas soal itu. Mestinya DPR punya semacam desain program studi banding secara jelas. Penentuan rencana dan anggaran tinggal menyampaikan," tukasnya.
(ziz/nrl)











































