Kunjungan Anggota Komisi V DPR ke Eropa Menyedihkan
Selasa, 14 Nov 2006 08:11 WIB
Jakarta - Kepergian 30 anggota Komisi V untuk studi banding ke Eropa dinilai sangat menyedihkan. Mereka diminta menjelaskan secara transparan apa hasil dari studi banding tersebut karena dana yang dipakai adalah uang rakyat."Sangat memalukan dan menyedihkan karena ini selalu berulang-ulang. Ini terjadi bukan saja pimpinan DPR gagal menetapkan kriteria studi banding, tapi juga aturan terhadap anggotanya yang melakukan studi banding," ujar Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Hendardi kepada detikcom di Jakarta, Selasa (14/11/2006).Hal itu dikatakan Hendardi menyusul adanya informasi bahwa kepergian anggota DPR itu ke Eropa ternyata hingga ke 3 negara, padahal dalam aturan mereka hanya diperkenankan pergi ke 2 negara saja.Hendardi menyayangkan kepergian anggota DPR ke Eropa itu tidak mencerminkan sikap yang peduli terhadap keadaan bangsa Indonesia. "Mereka tidak punya keprihatinan terlebih lagi bangsa ini sedang banyak terkena musibah. Moralitas anggota DPR sudah bobrok sejak dulu" kata dia.Hendardi meminta pimpinan DPR harus membuat aturan yang tegas agar para anggota DPR itu tidak sering menggunakan uang rakyat untuk jalan-jalan."Kalau memang studi banding itu penting, mereka harus jelaskan secara transparan kepada rakyat," tandasnya.Selama ini, kata Hendardi, rakyat tak pernah tahu apa sebenarnya yang dihasilkan dari program studi banding itu. "Ini menjadi tugas pimpinan DPR untuk membuat kriteria untuk membuat aturan dan kriteria yang transparan," pungkasnya.Sekitar 30 anggota Komisi V studi banding ke Eropa. Sebagian berkunjung ke Jerman, Belanda, dan beberapa negara Eropa lain. 7 Anggota Komisi V di antaranya dan beberapa personel dari Departemen Perhubungan studi banding ke Berlin, Jerman dalam rangka membuat RUU Perhubungan (Perkerataapian).Kesempatan studi banding ini juga digunakan anggota dewan berbelanja ria. Mereka kepergok dan dibuntuti mahasiswa Indonesia di Jerman saat tengah berbelanja di tempat-tempat mewah.
(mar/fjr)











































