Israel-Palestina Kunci Perdamaian Islam-Barat
Selasa, 14 Nov 2006 03:01 WIB
Istanbul - Dialog peradaban antara Islam dengan Barat semakin mendesak dilakukan. Penyelesaian konflik antara Palestina dengan Israel adalah kunci untuk meningkatkan hubungan Islam dengan dunia Barat.Demikian laporan yang dicetuskan kelompok cendekiawan, politisi, dan pemimpin agama dalam presentasi mereka dihadapan Sekjen PBB Kofi Annan, di Istanbul, Turki, Senin (13/10/2006)."Isu Israel-Palestina telah menjadi simbol kunci retaknya antara Barat dengan komunitas Muslim, dan menjadi ancaman bagi stabilitas global," demikian kutipan laporan yang dilansir AFP."Komunitas internasional harus mencari penyelesaian dari konflik Israel-Palestina dengan memiliki kesadaran bahwa ini adalah hal yang mendesak," sebut dokumen laporan tersebut.Kelompok yang mencetuskan ini merupakan bagian dari Aliansi Peradaban yang didukung oleh PBB. Mereka terpanggil untuk menggelar pertemuan yang melibatkan seluruh bagian dalam waktu dekat, untuk kembali menyegarkan proses perdamaian di Timur Tengah.Sebelumnya Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyatakan pihaknya tengah mempersiapkan pembicaraan dengan pemerintah Palestina, termasuk di dalamnya Hamas, jika kelompok itu mau tunduk kepada permintaan dunia internasional."Jika Hamas menerima kuartet internasional, saya akan duduk dengan mereka," ujar Olmert dalam wawancara dengan surat kabar terkemuka Palestina, Al-Quds, seperti dikutip AFP.Kelompok kuartet yang dimaksud adalah Uni Eropa, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat. Kuartet ini meminta Palestina mengakui Israel dan kesepakatan di masa lalu, serta menanggalkan kekerasan.
(fjr/ziz)











































