Agung: Golkar Tetap Dukung Pemerintah

Agung: Golkar Tetap Dukung Pemerintah

- detikNews
Senin, 13 Nov 2006 23:58 WIB
Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono menyatakan partainya akan tetap memberikan dukungan kepada pemerintah. Namun, DPP Golkar tetap terbuka terhadap saran dan pandangan yang akan diajukan oleh DPD-DPD secara demokratis, terkait pencabutan dukungan terhadap pemerintah."Kita dengarkan besok. Bisa saja ada perubahan. Kita belum tahu suara daerah. Memang sudah ada pertemuan yang positif tadi malam. Seberapa besar pengaruh belum bisa kita sampaikan," ujar Agung di lokasi Rapimnas II Partai Golkar, di Gedung JCC, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/10/206) malam.Menurut dia, evaluasi akan tetap dilakukan. Namun, evaluasi tersebut bukan berarti menarik dukungan atau batal dan menjadi oposisi.Usulan-usulan tersebut diajukan oleh beberapa daerah dilihat pada sesi pemilihan, kemudian disampaikan intisari pandangan daerah dalam bentuk tertulis dan disampaikan dalam Rapimnas."Semua perlu evaluasi. Kalaupun diteruskan, dilihat semuanya, apakah akan happy. Ini suatu hal yang positif," tambahnya.Dia mengatakan, keputusan pencabutan dukungan tidak bisa diputuskan secara emosional. Selain itu tidak akan dilakukan jika itu justru menimbulkan kerugian. Golkar, tambah dia, menerima masukan dan saran, sehingga tidak akan menimbulkan komplikasi politik.Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Jateng, Fadholi, mengatakan setelah adanya pertemuan yang dilakukan tadi malam di kediaman JK dan dihadiri SBY, beberapa DPD merubah keputusannya dan kembali mendukung pemerintah. Namun DPD-DPD tersebut berkomitmen untuk tetap bersikap kritis dan proporsional terhadap kebijakan pemerintah."Pertemuan itu ada pengaruhnya, tapi bukan satu-satunya, karena teman-teman daerah bisa langsung klarifikasi ke Jusuf Kalla," cetus dia.Dalam hal ini, Fadholi menjelaskan, sikap kritis tersebut akan dilakukan bentuk penggantian program pemerintah sampai penggantian pelaksana kebijakan pemerintah jika dianggap tidak layak."Kita melihat secara proporsional saja kerja pemerintah bagaimana," tandasnya. (fjr/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads