Fasilitas Berbau AS di Sumsel Dipantau
Senin, 13 Nov 2006 19:12 WIB
Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai fasilitas yang berbau Amerika. Kebijakan tersebut menyusul ledakan bom di Restoran A&W Kramatjati Indah Plaza, Jakarta Timur 11 November 2006.Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Abusopah Ibrahim mengatakan, Polda Sumsel sudah lama membentuk tim pengawas dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror dan Bom (Densus 88 ATB) yang kerjanya memantau fasilitas asing dan umum."Kita belum perlu menambah atau membentuk tim khusus lain. Semua masih bisa ditangani Densus 88 ATB," kata Abusopah di ruang kerjanya, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Senin (13/11/2006).Sementara Kasat Intelkam Kepolisian Kota Besar Palembang Kompol Fajar Budiyanto mengatakan, pihaknya kian meningkatkan pengawasan. Yakni dengan menerjunkan tim khusus ke lapangan, baik bersifat terbuka maupun tertutup."Ya, benar. Kami menerjunkan tim khusus, begitu ada informasi pengeboman di Jakarta, Kapoltabes (Kombespol Wakin Mardiwiyono) langsung menginstruksikan membentuk tim khusus, baik terbuka maupun tertutup. Mereka sudah bergerak," jelas Fajar di kantornya, Jakabaring, Palembang.Dikatakan dia, pemantauan dilakukan 24 jam, menempati sejumlah aset strategis pemerintah maupun swasta, terutama perusahaan milik Amerika Serikat, Australia, dan berbau asing lainnya. "Kan di Palembang banyak juga perusahaan vital berbau asing, seperti A&W, KFC, McDonald's, serta sejumlah mal," tuturnya.Menurut Fajar, untuk melakukan pengamanan, tim khusus disebar pada sejumlah lokasi. Tugas mereka mobile. Sedangkan titik-titik rawan, sangat tergantung hasil deteksi lapangan. "Setiap perkembangan langsung komunikasi cepat," katanya.Namun demikian, lanjut dia, hingga sekarang belum terdeteksi adanya jaringan gembong teroris Noordin M Top atau teroris lainnya di Palembang."Kalau ada biasanya sudah terendus oleh aparat kepolisian, baik oleh tim khusus di Poltabes, maupun Densus 88 Polda. Mudah-mudahan di Palembang aman-aman saja. Nah, kalau sekadar demo menolak kedatangan Presiden AS George W Bush, itu biasa saja," pungkasnya.
(tw/sss)











































