Awas Melamin Murah Tapi Beracun!

Awas Melamin Murah Tapi Beracun!

- detikNews
Senin, 13 Nov 2006 17:57 WIB
Palembang - Setelah mengidentifikasi 27 kosmetik beracun yang ditarik dari peredaran beberapa waktu lalu, kali ini Badan Penanggulangan Produk Ilegal (BPPI) Palembang, Sumsel menemukan 10 alat rumah tangga berbahan melamin kualitas rendah yang berbahaya bagi kesehatan."Jenis melamin ini dalam pemakaian panjang bisa menyebabkan kerusakan pada hati," kata Ketua BPPI sekaligus Kabag Ekonomi Pemerintah Palembang, Ali Nurzaman, di kantornya, Jalan Merdeka, Palembang, Senin (13/11/2006).Dalam waktu dekat, katanya, pemerintah bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) bakal menarik peredaran barang tersebut. Di samping itu, warga diminta tidak membeli dan menggunakan produk beracun itu.Menurut Ali, secara harga, produk melamin beracun itu jauh lebih murah dibandingkan dengan barang sejenis yang kualitasnya baik. Ciri mendasar lain, saat dibakar mengeluarkan bau yang menyengat, serta jika terkena air panas warnanya akan kehitam-hitaman."Produk ini lebih banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Kita sudah kantongi nama-namanya," kata Ali.Dikatakan dia, pihaknya segera mengkaji bahan tambahan yang ada dalam melamin kualitas jelek tersebut. Apabila terbukti menggunakan bahan tambahan yang dilarang, maka produsennya akan diberi sanksi.Berdasarkan Perda Sumsel 14/2004 tentang Pengendalian, Penertiban dan Pengawasan terhadap Peredaran dan Penggunaan Bahan Tambahan, zat yang dilarang itu seperti asam borat, asam sallsilat dan garamnya, dietillpirocarbinate, dulcin, kalium klorat (potassium chorate), minyak nabati yang dibromasi, nitrofurazon, formalin, dan kalium bromat."Zat ini biasa digunakan untuk mengawetkan makanan," jelas Ali.Selain itu, jenis pewarna buatan antara lain auramine, alkanet, butter yellow, Black 7984, Burn Umber, Crhsoidine, Chrysoine S, Citrus Red No 2, Chocolate Brown, Fast Red, Fast Yeloow AB, guinena Grenn B, Indanthere Blue RS, Megenta, dan Metanii Yellow.Kemudian, Oil Orange SS, Oil Orange XO, Oil Yellow OB, Orange G, Orange GGN, Orange RN, Orchil and Orcein, Ponceau 3 R, Penceau SX, Ponceau 6 R, Rhodamin B, Sudan I, Scariet GN, Violet 6 B, dan Amarant."Saat ini kita terus melakukan penyidikan, setelah semua lengkap, baru kita bertindak dengan penetiban," tandas Ali. (tw/sss)


Berita Terkait