Ratusan Nasabah IBIST Jateng Minta Uang Dikembalikan

Ratusan Nasabah IBIST Jateng Minta Uang Dikembalikan

- detikNews
Senin, 13 Nov 2006 17:41 WIB
Semarang - Ratusan nasabah IBIST di Jawa Tengah terkatung-katung. Meski telah bertemu jajaran Kodam IV Diponegoro, mereka belum puas. Mereka minta uang dikembalikan. Nasabah bernama Pramono (58) menyatakan, pihak Kodam sudah menjanjikan pengembalian uang, tapi tidak jelas kapan waktunya. Menurut lelaki yang berinvestasi Rp 80 juta di IBIST itu, Kodam baru mau akan ke Bandung untuk mencari kejelasan. "Uang saya belum jelas kapan mau dikembalikan, karena nasabah diharuskan menyerahkan fotokopi keikutsertaan di IBIST dulu. Militer itu ya militer saja. Tidak usah ngurusi bisnis," katanya usai mengikuti pertemuan dengan jajaran Kodam IV di GOR Patriot, Makodam IV Diponegoro, Jalan Perintis Kemerdekaan Banyumanik Semarang, Senin (13/11/2006). Meski telah bertemu dengan jajaran Kodam, Pramono masih terlihat jengkel. Bahkan pensiunan pegawai Pertamina ini berani menyebut militer sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas IBIST. Pramono menyebutkan, terakhir kali ia menerima bunga beberapa hari menjelang Lebaran tahun ini. Pada tanggal 4 Nopember yang bunga seharusnya dibayarkan, ternyata tidak dibayarkan. Setelah itu, ia baru sadar, IBIST bermasalah. Nasabah lain, Mayor Rico Sahani (40), menyatakan hal serupa. Pejabat Despintalad (Detasemen Pembinaan Mental TNI AD) Yogyakarta ini berinvestasi sebanyak Rp 315 juta. Dia minta uang itu dikembalikan meski tanpa disertai bunga. Dari keterangan Pramono, pertemuan antara jajaran Kodam dengan ratusan nasabah IBIST dipimpin Kepala Ajendam IV Diponegoro Kolonel Dadik Sukadi. Dadik menjanjikan akan mengembalikan uang para nasabah setelah berkoordinasi dengan IBIST Bandung. Berdasarkan catatan di meja kantor IBIST, Jalan Raya Sukun 22 Semarang, Dadik Sukadi adalah Kepala Cabang IBIST Semarang. Namun, Kapendam IV Diponegoro Letkol CAJ Agus Subroto membantah catatan tersebut. "Mana buktinya. Koordinator IBIST Semarang itu Agus MA, bukan Dadik Sukadi," katanya. (try/nrl)


Berita Terkait