Sutiyoso: Paham Teroris Masih Menyebar di Ibukota
Senin, 13 Nov 2006 17:38 WIB
Jakarta - Bagi Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, bom Restoran A&W Kramatjati Indah Plaza, Jakarta Timur merupakan wanti-wanti. Paham teroris yang terus menyebar bisa saja membuat yang amatiran menjadi profesional."Peristiwa bom AW tersebut menunjukkan jaringan dan paham-paham teroris masih tersebar, khususnya di ibukota," ujar Sutiyoso di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (13/11/2006).Untuk itu, lanjut dia, peristiwa tersebut perlu segera ditelusuri dan ditindaklanjuti agar terorisme dapat diredakan dan rasa keamanan masyarakat dapat dipulihkan."Menurut saya, M Nuh masih amatiran, tapi kalau tidak diantisipasi, suatu saat bisa jadi profesional," kata Sutiyoso mengomentari korban tunggal sekaligus tersangka peledakan bom A&W tersebut.Aparat keamanan, sambung dia, dituntut untuk tetap waspada. Pengamanan harus dilakukan secara internal. "Prioritaskan untuk tempat-tempat yang ada kaitannya dengan AS," pesan Sutiyoso tanpa menjelaskan mengapa demikian1."Ini bukti ajaran terorisme ada di mana-mana, maka harus segera ditindaklanjuti agar negeri ini bebas teroris," pungkasnya.
(nwk/sss)











































