Akbar Bantah Dalangi Pencabutan Dukungan kepada SBY-JK
Senin, 13 Nov 2006 17:25 WIB
Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung membantah tudingan dirinya berada di balik rencana pencabutan dukungan terhadap pemerintahan SBY-JK. Menurutnya, Golkar tidak bisa begitu saja mencabut dukungan."Saya nggak ada, saya selama ini tetap mencermati perkembangan Golkar. Bahwa sekali-sekali orang Golkar berkomunikasi dengan saya, saya memang sering ke daerah dan ada beberapa orang yang ingin ketemu saya," kata Akbar.Hal ini disampaikan dia usai acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional II Partai Golkar 2006 di Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/11/2006).Menurut Akbar, Golkar memang tidak bisa mencabut begitu saja dukungan terhadap pemerintah, karena Ketua Umum Partai Golkarnya juga adalah Wakil Presiden, yakni Jusuf Kalla. Dalam iklim sistem kepartaian yang kompetitif saat ini, jika rakyat merasa tidak diperhatikan kepentingannya, maka rakyat akan mencari alternatif partai lain."Pak Jusuf Kalla ada waktunya harus menjelaskan bagaimana posisi Golkar kepada pemerintah," cetus Akbar.Kalla, setahu Akbar, juga menyatakan Golkar boleh kritis, objektif dan proporsional. "Tinggal bagaimana menerjemahkan pengertian kritis, objektif dan proporsional tersebut, tapi jangan sampai mengingkari kepentingan rakyat," pesan Akbar.Mengenai rencana penarikan dukungan oleh DPD-DPD Partai Golkar, Akbar menyatakan, setiap DPD memiliki hak sendiri untuk bersikap seperti itu, apalagi ada beberapa yang memiliki kasus-kasus tertentu. Tapi Akbar menyarankan agar DPD-DPD tersebut lebih memikirkan kepentingan nasional, bukan daerah.
(zal/sss)











































