SBY 'Ngabsen' Rusa Istana Bogor

SBY 'Ngabsen' Rusa Istana Bogor

- detikNews
Senin, 13 Nov 2006 15:30 WIB
Bogor - Ratusan ekor rusa yang berkeliaran bebas di halaman Istana Bogor, merupakan salah satu daya tarik salah satu istana presiden itu. Saking tertariknya, Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) menyempatkan 'mengabsen' jumlah terakhir mamalia itu. Kejadian tersebut berlangsung usai acara pencanangan pembentukan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Dewan TIK Nasional) di Istana Bogor, Senin, (13/11/2006). Presiden mengajak para hadirin berkeliling kebakal lokasi pertemuannya dengan Presiden AS George W. Bush itu. Sampai di halaman belakang yang berbatasan pagar dengan Kebun Raya Bogor (KRB), Presiden menanyakan keberadaan rusa-rusa yang tadi pagi menyambutnya. Presiden ingin tahu berapa jumlah terakhir populasinya. "Delapan ratus ekor Pak," Seskab Sudi Silalahi spontan menjawab. Sambil bercanda, Presiden menyahut agar jumlahnya ditambahkan satu. "Tambahkan satu jadi 801, semalam ada melahirkan," ujarnya disambut gelak tawa peserta "tour de Istana Bogor". Sudi pun membalasnya dengan canda pula. "Oh ya betul Pak. Rusanya berkembang biak dengan baik sekarang, karena sudah tidak takut dipotong lagi," kilahnya. Rencananya usai acara pencanangan Dewan TIK Nasional, Presiden akan mempimpin langsung rapat evaluasi akhir persiapan penyambutan Presiden Bush. Termasuk meninjau helipad baru di areal KRB dan fasilitas pendukung lainnya. Sayangnya, dua kegiatan di atas berlangsung tertutup bagi wartawan. Meski baru pekan depan Bush menginjakkan kaki di Indonesia, evaluasi akhir dilakukan hari ini. Sebab mulai esok Presiden SBY akan berada di luar Jakarta untuk kunjungan kerjanya. Pada tanggal 14 dan 15 November di Cilacap untuk meresmikan PLTU Cilacap dan Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang. Lalu peresmian penggunaan terminal baru Bandara Juanda, Surabaya. Dua hari berikutnya, Presiden akan bertolak ke Hanoi, Vietnam, untuk mengikuti KTT APEC. Tapi dalam perjalanan menuju ke sana, akan mampir di Batam, Kepulauan Riau untuk meninjau kondisi ladang gas blok Natuna. (lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads