Rusak Aset PDIP Sragen, 9 Satgas Ditahan
Senin, 13 Nov 2006 15:11 WIB
Surakarta - Sembilan tersangka perusakan kantor DPC PDIP Sragen, Jawa Tengah serta pembakaran mobil satgas ditahan polisi. Mereka adalah kader yang selama ini menjadi satgas partai banteng gemuk tersebut."Sembilan tersangka itu ditahan Mapolwil dan sedang diperiksa intensif," kata Kapolwil Surakarta Kombes Pol Yotje Mende di kantornya, Senin (13/11/2006).Dijelaskan dia, posisi Polwil Surakarta dan Polda Jateng hanya mem-back up Polres Sragen. Pemeriksaan dilakukan di Polwil agar kerja polisi dapat berjalan maksimal.Kesembilan tersangka adalah Sutino, Novi Daru Setiawan, Toni, Supriyanto, Paiman, Triyono, Purwadi, Sarjimin, dan Tri Wahyono.Sutino yang disangka sebagai pemimpin aksi di lapangan telah menghasut atau memprovokasi tindakan perusakan kantor DPC PDIP Sragen. Dia akan dijerat dengan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Sedangkan delapan orang lainnya disangka sebagai pelaku perusakan dan dijerat Pasal 170 KUHP.Struktural Dukung PolisiSementara itu, Tim Investigasi DPD PDIP Jateng hari ini juga mendatangi Mapolwil Surakarta. Kedatangan mereka dimaksudkan sebagai dukungan kepada polisi agar menindak tegas pelaku perusakan aset partai dalam konflik internal tersebut. Mereka siap membantu polisi dalam penyelidikan.Tim tersebut dipimpin oleh dua wakil ketua DPD PDIP Jateng Bimo Putranto dan Agus Wardoyo. Selain itu tampak turut serta Ketua DPC PDIP Sragen, Suharjo."Kami juga mendesak polisi agar penyidikan tidak berhenti pada pelaku di lapangan, tapi juga mengusut dan menindak aktor intelektual di balik kasus memalukan tersebut," ujar Bimo usai bertemu Kapolwil Surakarta.Hal tersebut juga kembali ditegaskan oleh Suharjo. Dia yakin ada dalang di balik aksi perusakan itu, namun tidak bersedia menyebutkan secara tegas siapa orang yang dimaksudnya. "Kami berharap polisi dapat membongkar dan menghukumnya," tegas dia.Pada Sabtu 11 November, ratusan Satgas PDIP mengamuk dengan merusak kantor DPC PDIP Sragen serta membakar mobil yang biasa digunakan satgas. Aksi itu merupakan puncak konflik internal berkepanjangan akibat ketidakpuasan sejumlah kader atas kepengurusan baru hasil konfercab April lalu.
(mbr/sss)











































