46 Ponpes Dapat Bantuan AUD 88,75 Juta
Senin, 13 Nov 2006 15:01 WIB
Jakarta - Pembangunan pendidikan Islam yang selama ini dinomorduakan akan digenjot. Sebanyak 46 pondok pesantren di Sumatera dan Jawa menerima bantuan pembangunan untuk Madrasah Tsanawiyah sebesar AUD 88,75 juta.Uang sebesar itu berasal dari dana Basic Education Program (BEP) sebesar AUD $ 355 juta. Dana itu diberikan melalui kerjasama Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development (AIPRD).Rinciannya, AUD 200 juta merupakan pinjaman dan AUD 155 juta merupakan hibah. Sebanyak AUD 266,25 juta dialokasikan untuk Depdiknas dan sisanya AUD 88,75 juta untuk Departemen Agama (Depag)."Sasaran program Depag adalah pesantren yang sering terlupakan dalam pembangunan pendidikan," kata Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam pembukaan Workshop Program BEP di gedung Depag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (13/11/2006).Menurut Maftuh, untuk tahun 2006 ini hanya 46 ponpes yang akan menerima bantuan. Masing-masing 8 ponpes di Sumatera Selatan, 12 ponpes di Lampung, 11 ponpes di Jawa Barat, 7 ponpes di Jawa Tengah, dan 8 ponpes di Jatim."Pesantren merupakan lembaga yang layak diberikan bantuan. Karena pada umumnya, ponpes dimasuki murid dari golongan ekonomi lemah dan berlokasi di pedesaan," tutur Maftuh.Madrasah yang akan dibangun di berbagai ponpes tersebut terdiri dari dua model, yakni Madrasah Tsanawiyah plus Madrasaah Diniyah 1 atap (Mts-PSA) dan Madrasah Tsanawiyah Pesantren Baru (Mts-PB). Madrasah-madrasah ini akan berada di dalam komplek pesantren."Keberhasilan tahap pertama akan menentukan program tahap-tahap berikutnya. Keseluruhan target ada sekitar 450 lokasi," ungkap Maftuh.
(djo/nrl)











































