Kebakaran RM Ampera Bandung Meluas, 4 Orang Dilarikan ke RS

Kebakaran RM Ampera Bandung Meluas, 4 Orang Dilarikan ke RS

- detikNews
Senin, 13 Nov 2006 14:42 WIB
Bandung - Kebakaran yang terjadi di Rumah Makan Ampera, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, terus meluas. Sebuah bangunan berlantai dua yang terletak di sebelahnya juga mulai terbakar. Hingga pukul 14.00 WIB, Senin (13/11/2006) kobaran api belum berhasil dipadamkan. Bahkan api terus membesar terbawa tiupan angin.Empat orang yang belum diketahui identitasnya luka serius dan dibawa ke RS Immanuel Bandung. Dua orang mengalami luka bakar, satu orang patah tulang karena meloncat dari lantai dua dan satu orang mengalami keracunan asap dan pingsan. "Seluruh korban dilarikan ke RS Immanuel," kata Kapolresta Bandung Barat AKPB Budi Setiawan. Dijelaskan Budi Setiawan, kejadian berawal saat dua orang yang berada di dapur bagian depan sedang menggoreng ayam dan membakar ikan. Tiba-tiba tabung gas meledak dan menggelinding ke jalan raya sehingga mengenai seorang pengendara roda dua. Pengendara tersebut sempat jatuh namun tidak mengalami luka serius. Satu orang yang berada di lantai 2 ketakutan dan memutuskan meloncat sehingga patah tulang. Sedangkan dua orang mengalami luka bakar karena terkena semburan api.Jumlah kerugian belum diketahui. Hingga saat ini pemilik RM Ampera, Haji Tatang, masih berada di Karawang untuk membuka RM Ampera Cabang Karawang.Calon Koordinator RM Ampera Cabang Cibubur, Jakarta, Adi, menuturkan dirinya sedang mewawancarai 29 calon karyawan di lantai 2 saat kebakaran terjadi. Setelah mendengar teriakan kebakaran, ia segera turun ke bawah dan melihat asap sudah berada di tangga. Ia pun segera lari menyelamatkan diri.Api saat ini sudah melalap seluruh bangunan RM Ampera dan merembet di bangunan di sebelahnya, yakni bangunan yang digunakan untuk gudang kimia dan konveksi.Rabbani, pemilik konveksi busana muslim yang terbakar mengatakan, saat ini gudang bahan baku sudah terbakar dan tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan karena kondisi di dalam panas. Saat ini 250 karyawannya telah diperintahkan untuk keluar."Bahan baku baru datang tadi siang senilai Rp 250 juta, kalkulasi kerugian akibat kebakaran sekitar Rp 3 miliar," tambahnya. (jon/nrl)


Berita Terkait