Mahasiswa UGM Demo
Turuti Bush, RI Negara Jongos!
Senin, 13 Nov 2006 13:42 WIB
Yogyakarta - Helipad, pengamanan ekstra, bahkan jamming alat komunikasi mewarnai rencana kunjungan Presiden AS George W Bush ke Istana Bogor, Jawa Barat. Kalau semuanya dituruti, Indonesia tak ada bedanya dengan jongos."Indonesia seharusnya menolak semua permintaan Bush karena itu sama saja cara-cara imperialis. Bila Indonesia tidak menolak, berarti sama saja sebagai negara jongos atau tak ubahnya sebagai seorang pembantu rumah tangga saja yang hanya melayani tuannya," cetus Agung Nugraha, koordinator aksi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa itu digelar di Bundaran Kampus UGM di Bulaksumur Yogyakarta, Senin (13/11/2006). Demonstran sebagian besar anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas di UGM.Saat aksi berlangsung, mereka meneriakkan yel-yel yang menyatakan "Tolak kedatangan Bush ke Indonesia di Istana Bogor". Beberapa poster yang diusung antara lain bertuliskan "Go to hell Bush" dan "AS teroris".Agung dalam orasinya mengkritik pembangunan helipad di Istana Bogor untuk pendaratan heli yang ditumpangi Bush, sehingga harus mengorbankan rusaknya berbagai tanaman dan kolam di sekitar istana.Tidak hanya itu, semua jalur angkutan kota yang melintas di sekitar istana terpaksa harus dialihkan. Demikian pula dengan tindakan pengaman yang dilakukan aparat keamanan AS dinilai berlebihan dengan cara melakukan jamming semua alat komunikasi. "Ini sudah berlebihan dan sudah tidak bisa diterima sebagai negara yang berdaulat," ujar Agung.Usai melakukan orasi secara bergantian, aksi diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap. Aksi berjalan dengan tertib sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kampus dan tidak sempat menimbulkan kemacetan. Aparat keamanan juga tidak melakukan pengaman dengan ketat dan hanya mengawasi dari kejauhan.
(bgs/sss)











































