Sejak Awal, Golkar Bukan Pendukung SBY-JK

Sejak Awal, Golkar Bukan Pendukung SBY-JK

- detikNews
Senin, 13 Nov 2006 12:30 WIB
Jakarta - Berkali-kali kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat panas telinga orang-orang Partai Golkar. Dan sebanyak itu pula tuntutan kader-kader Partai Golkar untuk mencabut dukungan kepada SBY. Benarkah Golkar pendukung SBY? Sejak awal, Golkar bukanlah pendukung SBY-JK. Penilaian ini disampaikan Wasekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah. PKS merupakan salah satu parpol pendukung SBY-JK mengikuti tiga parpol pendahulu, Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB) dan PKP Indonesia (PKPI). PKS mendekat ke SBY-JK dalam pemilihan presiden putaran kedua. Menurut Fahri, manuver Golkar belakangan ini yang ingin membentuk koalisi adalah semata-mata karena gagal menekan SBY untuk membatalkan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R). Sebelumnya, mereka menekan sampai mau tarik dukungan segala, namun ternyata warna aslinya kelihatan. "Ujung-ujungnya Gokkar ingin mengajak SBY bikin boalisi, pakai contoh UMNO segala. Tentu koalisi ini nanti dipimpin Golkar sebagai partai mayoritas. Golkar ingin mendapat bagian terbesar, padahal Golkar adalah lawan SBY-JK, karena mendukung Megawati sampai sampai putaran akhir," kata Fahri kepada detikcom, Senin (13/11/2006). Masalahnya, kata Fahri, Golkar tidak mau dan tidak akan pernah berani menjadi oposisi. "Inilah partai yang tidak pernah punya keberanian melawan pemerintah, karena begitu lama menikmati kekuasaan dan memiliki borok-borok yang menakutkan kalau dibongkar. Karena itu, sikap ngotot dan tegas SBY belakangan ini membuat Golkar ngeper juga dan merayu mengajak koalisi," kata Fahri bersemangat. Buat PKS, lanjut Fahri, sejak awal Golkar memang bukan mitra koalisi. Koalisi PKS ditandai oleh dokumen komitmen tertulis dengan SBY-JK yang saat itu telah didukung oleh 3 partai awal (PD, PBB, dan PKPI). Karena itu, Golkar memang tidak dihitung dalam koalisi ini. "Kalau mereka mau ikut, karena JK mau jadi ketum Golkar, ya ikutkah sebagai mitra yang baik, jangan menekan-nekan pemerintah terus," ujar dia. (asy/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads