Ikrar: Secara Leadership SBY Tergantung Golkar
Senin, 13 Nov 2006 09:39 WIB
Jakarta - Kehadiran Presiden SBY saat Golkar menggelar halal bihalal mendapat tanggapan beragam. Pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bakti menilai kepemimpinan SBY selama ini terlihat sangat dipengaruhi dan tergantung kepada Partai Golkar (PG). "Secara leadership, SBY terlalu akomodatif dan tergantung pada Kalla dan Golkarnya. SBY lebih banyak melakukan political approach," kata Ikrar Nusa Bakti saat dihubungi detikcom, Senin (13/11/12006).Menurut dia, kehadirannya dalam acara itu memang menjadikan suhu politik antara PD dan PG cooling down. "Tapi sekali lagi itu menunjukkan betapa lemahnya posisi presiden terhadap wapres, yang seharusnya dia diatas. Bukan sebaliknya," ujarnya.Tapi dari sisi kepentingan politik, dia menambahkan, berubahnya sikap PG untuk membatalkan pencabutan dukungan terhadap pemerintah itu menunjukkan adanya bergaining position yang sedang diupayakan partai eks Orba tersebut."Kemungkinannya, bisa jadi Golkar takut dicabut dari kabinet SBY.Sehingga dia berubah sikap," tandasnya.Diajuga mengatakan adanya kesenjangan aspirasi dan sikap politik antara DPP dan DPD PG terhadap pemerintahan SBY. Kondisi tersebut menurutnyaa malah akan menguntungkan SBY di satu sisi. Bahkan mengenai kemungkinan koalisi permanen yang dibangun antara PD dan PG, Ikrar menilai hal itu sebagai kemustahilan."Dalam politik tidak ada yang permanen. Yang permanen itu hanya Tuhan. Apalagi kalau melihat perjalanan SBY dan JK selama ini," ujarnya. Koalisi yang mungkin dibangun, lanjut dia, adalah sebuah koalisi yang strategis. "Sebab kalau koalisi permanen, justru sebenarnya malah Golkar yang akan dirugikan. Karena dia tidak dapat mencalonkan presidennya untuk 2009," lanjut Ikrar.
(rmd/ary)











































