22 DPD Golkar akan Cabut Dukungan Terhadap SBY

22 DPD Golkar akan Cabut Dukungan Terhadap SBY

- detikNews
Minggu, 12 Nov 2006 18:45 WIB
Jakarta - Partai Golkar akan menggelar Rapimnas II pada 13 November 2006 besok. Sejumlah DPD dari berbagai daerah akan menyatakan sikapnya dalam Rapimnas II tersebut untuk mencabut dukungan terhadap sikap Presiden SBY yang terkesan tidak responsif terhadap Partai Golkar."Saat ini masih ada penggalangan lagi. Sekarang masih 22 DPD. Kita saling menggalangi. Ini tim spontanitas. Karena sudah menyangkut harga diri Partai Golkar," kata Ketua DPD Partai Golkar Provinsi DIY Gandung Pardiman saat jumpa pers di Hotel Peninsula, Jl S Parman, Jakarta, Minggu (12/11/2006).Menurutnya, keputusan sejumlah DPD tersebut merupakan klimaks dari suatu kesabaran atas sikap SBY yang tidak menghargai partai Golkar sebagai partai pendukung SBY. Seperti halnya pembentukan UKP3R yang dianggap akan mengkerdilkan dan membubarkan partai Golkar."Dalam pasal 4 itu, tugas dan wewenang yang terakhir berisi dan lain-lain. Pengertian dan lain-lain itu dalam mengonsep, Marsilam mengatakan bahwa yang namanya reformasi tuntas itu apabila Golkar dibubarkan, apa itu ada unsur kesengajaan SBY akan mengkerdilkan Golkar karena orang detasemen dalam UKP3R yang ingin bubarkan Golkar," paparnya. Gandung menilai keputusan pembentukan UKP3R belum jelas dan lebih terlihat sebagai suatu kebingungan sikap yang ditunjukan SBY dalam mengatur negara. Begitupun masalah anggaran. Seharusnya dalam mengambil keputusan untuk membentuk unit kerja tersebut harus mengikutsertakan pendukung partai politik."Kami melihat ini tidak hanya perlu segera dibekukan tapi Keppres 17 itu dicabut biarpun itu hak prerogatif presiden. Pak Kalla aja tidak diajak bicara ini suatu hal yang perlu dipertanyakan," ujarnya.Tidak hanya itu, DPD juga akan membahas mengenai konsolidasi internal partai dalam Rapimnas II tersebut. Bagaimana kesiapan Golkar dalam memenangkan pemilu 2009 mendatang."Kalau memang tidak mampu membawa Golkar lebih baik, seharusnya adakan reshuffle," tandasnya. (ziz/ary)


Berita Terkait