Tertangkapnya Perampok ATM BCA Kado Besar Buat Marinir

Tertangkapnya Perampok ATM BCA Kado Besar Buat Marinir

- detikNews
Minggu, 12 Nov 2006 17:09 WIB
Jakarta - Kado terbesar bagi Korps Marinir tahun ini adalah tertangkapnya dua anggota marinir yang terlibat perampokan uang ATM BCA senilai Rp 2,875 miliar. Namun kado tersebut kado yang sangat menyakitkan bagi korps marinir yang berultah pada 15 November."Saya bilang ini kado ultah terbesar marinir tapi saya benar-benar sedih sebab ada dua orang yang ikut di ATM itu walau tidak sebagai pelaku langsung," ujar Komandan Korps Marinir Mayjen (Marinir) Syafzen Nurdin kepada wartawan di sela-sela acara silaturahmi perwira marinir dengan keluarga wartawan di Brigif 2 Marinir Cilandak, Jakarta, Minggu (12/11/2006).2 Orang yang dimaksud adalah Pratu Toni Sastra dan Sertu Armando. Keduanya kini ditahan oleh Polisi Militer TNI AL. 4 Tersangka lain yakni Anwar Syaifudin, Briptu Tabrani (Polri), Yulida Arifin dan Endang Safrudin (sopir) ditahan di Polda Metro Jaya. Sementara 3 orang lain masih buron yakni Seno, Nuryanto dan Pratu Sulistyo, anggota TNI AD.Syafzen menambahkan, keterlibatan marinir dalam perampokan itu bermula dari celetukan satu anggota marinir bahwa BCA sedang tidak ada pengawalnya dan ini merupakan kesempatan untuk merampok. Syafzen juga mengatakan satu orang memang berasal dari keluarga perampok."Kita kecolongan kok bisa masuk ke tempat kita, tahunya rampok, Toni Sastra itu dia yang ikut gambar lokasi, tapi bukan pelaku eksekusi," ujarnya.Tidak ada alasan kedua anggota marinir itu untuk merampok, makanya Syafzen meminta agar kedua orang itu dihukum dan dipecat karena perbuatan itu tidak bisa ditolerir dan merusak kehormatan korps marinir.Ketika ditanya apakah aksi yang melibatkan dua anggotanya dikarenakan kesejahteraaan marinir yang kurang, Syafezen kembali menegaskan bahwa itu bukan suatu alasan yang tepat untuk merampok."Saya bilang saya tidak terima kalau ada prajurit marinir melakukan seperi itu dengan alasan kesejahteraan. Ada ribuan prajurit lain apa akan merampok juga, dari 20 ribu prajurit ada 2 sampai 3 orang itu lain ceritanya. Itu harus dipecat," tegasnya.Syafzen juga mengatakan untuk pengawasan ke dalam sudah dilakukan, tetapi akan terus ditingkatkan.Meskipun terjadi beberapa kali perampokan yang melibatkan marinir, Syafzen menepis bahwa akan ada perubahan dalam mekanisme rekrutmen anggota marinir. Selama ini proses rekrutmen sudah dilakukan secara ketat dan sudah ada prosedur tetap seperti pemberian materi mental ideologi, psikotes dan tes lainnya."Saya rasa tes itu sudah benar, mungkin dasarnya sepert itu dan karena ada kesempatan maka terjadilah seperti itu," ujarnya.Memang benar kata Bang Napi, 'Kejahatan itu timbul bukan hanya karena niat, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah waspadalah'. (ddn/nrl)


Berita Terkait