JK Malu Berkunjung ke Daerah
Minggu, 12 Nov 2006 13:13 WIB
Bandung - Berkunjung ke daerah ternyata tekanan tersendiri bagi Wapres Jusuf Kalla (JK). Dia selalu dirundung malu."Saya agak malu bila kunjungan ke daerah, karena banyak yang minta bantuan," ujar JK saat memberikan sambutan tanpa teks di acara halal bihalal dengan beberapa ormas Sunda di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (12/11/2006). Hadirin yang menghadiri acara itu pun tertawa.JK selalu mengiyakan permohonan bantuan itu. "Saya bilang ya ya saja. Padahal dalam hati saya ngomong, sekarang kondisinya tidak seperti dulu lagi, semua harus persetujuan dewan," sambung JK. JK menuturkan, pada era pemerintahan Soeharto dulu, presiden atau wapres punya kuasa lebih untuk memberikan bantuan. "Pak Harto tinggal bilang ke Bappenas atau ke menterinya untu memenuhi permintaan masyarakat di daerah," kata pria berkumis tipis ini.Hal itu berbeda dengan kondisi saat ini yang sudah era otonomi daerah, yang pembangunan daerahnya sepenuhnya tanggung jawab pemda. Begitu juga untuk pengoptimalan potensi yang ada di daerah, pengelolaannya juga di tingkat daerah."Saat ini hanya tinggal kreativitas daerah masing-masing untuk memaksimalkan potensinya. Di Jawa Barat banyak sekali yang punya kreativitas untuk memaksimalkan potensi. Itu menjadi tantangan bagi setiap daerah," beber Kalla.JK kurang setuju pada pendapat bahwa kabupetan di Indonesia Timur jauh tertinggal dibandingkan kabupaten di Jawa. "Setelah krisis, justru daerah yang ada di Indonesia Timur jauh lebih maju dibandingkan daerah di Jawa yang banyak industrinya itu malah menjadi mundur," ujarnya.Intinya, menurut JK, dengan kebersamaan dan kegotongroyongan yang dijalin di tingkat daerah dan kerjasama dengan pemerintah pusat, setiap daerah bisa membangun daerahnya untuk menjadi lebih maju lagi.Hingga berita ini diturukan, acara halal bihalal masih berlangsung. JK datang bersama Menteri Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Menneg BUMN Sugiharto. Tampak juga Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, beberapa anggota DPR dan Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita yang juga Ketua Paguyuban Pasundan. Hadir juga Wagub Jabar Nu'man Abdul Hakim dan Walikota Bandung Dada Rosada.
(nrl/ddn)











































